3.000 Kendaraan di KBB Tak Lakukan Uji KIR, Potensi PAD Menguap
Rabu, 15 Juni 2022 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
Lukman menyebutkan, banyak faktor yang menjadi penyebab pemilik kendaraan tidak melakukan kewajiban untuk uji KIR. Salah satunya terkait dengan aturan pembatasan usia angkutan umum, serta banyak kendaraan yang belum diremajakan.
"Hal lainnya juga, banyak kendaraan yang over dimensi dan over loading (ODOL) di luar spek pabrikan, sehingga tak bisa uji KIR. Kendaraannya harus dinormalkan dulu, jika tidak kami di sini tidak berani menguji karena melanggar aturan," tuturnya.
Selain itu faktor pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir juga membuat kendaraan yang diuji KIR menurun. Jika sebelumnya rata-rata perhari kendaraan mencapai 100-200 kendaraan saat ini masih di kisaran 50-70 kendaraan per hari. Sebagian besar pemilik kendaraan tinggal di Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Lembang.
"Sekarang untuk pertumbuhan kendaraan setiap bulannya hanya sekitar 50 unit, padahal sebelumnya bisa mencapai 100 unit akibat daya beli masyarakat berkurang akibat COVID-19. Pihak leasing juga sangat ketat untuk memberikan kredit kendaraan, karena khawatir ada kredit macet," pungkasnya.
"Hal lainnya juga, banyak kendaraan yang over dimensi dan over loading (ODOL) di luar spek pabrikan, sehingga tak bisa uji KIR. Kendaraannya harus dinormalkan dulu, jika tidak kami di sini tidak berani menguji karena melanggar aturan," tuturnya.
Selain itu faktor pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir juga membuat kendaraan yang diuji KIR menurun. Jika sebelumnya rata-rata perhari kendaraan mencapai 100-200 kendaraan saat ini masih di kisaran 50-70 kendaraan per hari. Sebagian besar pemilik kendaraan tinggal di Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan Lembang.
"Sekarang untuk pertumbuhan kendaraan setiap bulannya hanya sekitar 50 unit, padahal sebelumnya bisa mencapai 100 unit akibat daya beli masyarakat berkurang akibat COVID-19. Pihak leasing juga sangat ketat untuk memberikan kredit kendaraan, karena khawatir ada kredit macet," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :