Puluhan Wanita di Tanggamus Tuntut Pengasuh Ponpes Terdakwa Pencabulan Santri Dihukum Berat
Rabu, 08 Juni 2022 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Tak terhenti di sana, dalam rangkaian gelar aksi, mereka juga menyapa para petugas pengamanan, memasuki gedung PN Kota Agung dengan membagikan setangkai mawar sebagai tanda dukungan kepada pengadilan maupun kejaksaan dalam mengadili terdakwa yang dijadwalkan Rabu (8/6/2022).
Usai aksi tersebut, mereka juga tak langsung meninggalkan gedung PN Kota Agung, namun mereka berkumpul di ruang tunggu guna menghadiri langsung sidang peradilan terhadap terdakwa Rahmat yang merupakan warga Kecamatan Kelumbayan Barat tersebut.
Salah satu orang tua korban, dengan berurai air mata mengatakan bahwa hingga saat ini, dia merasakan pikiran yang hancur lantaran perbuatan terdakwa terhadap putri kesayangannya.
Baca juga: Pengasuhnya Tak Kuat Tahan Nafsu dan Lecehkan Santri, Pesantren di Lumajang Digeruduk Massa
"Sampai gak kuat pak, anak kami sudah hancur masa depan anak kami, kepada penegak hukum minta pelaku diadili yang seberat-beratnya. Makanya kami ke sini ingin menegakkan keadilan," kata perempuan berhijab tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa kedatangannya bersama orang tua lainnya untuk mengetahui tuntutan penegak hukum terhadap terdakwa Rahmat, juga berharap tidak terjadi kejahatan serupa di masyarakat.
“Supaya ke depannya tidak terjadi seperti anak-anak kami. Tidak ada lagi ustas cabul, seperti yang sekarang ini kami alami. Anak-anak kami sama sekali tidak mau sekolah lagi, malu bergaul, dipanggil pun sudah tidak mau untuk bergaul sama temen-temennya karena malu ketemu orang-orang," tutupnya.
Usai aksi tersebut, mereka juga tak langsung meninggalkan gedung PN Kota Agung, namun mereka berkumpul di ruang tunggu guna menghadiri langsung sidang peradilan terhadap terdakwa Rahmat yang merupakan warga Kecamatan Kelumbayan Barat tersebut.
Salah satu orang tua korban, dengan berurai air mata mengatakan bahwa hingga saat ini, dia merasakan pikiran yang hancur lantaran perbuatan terdakwa terhadap putri kesayangannya.
Baca juga: Pengasuhnya Tak Kuat Tahan Nafsu dan Lecehkan Santri, Pesantren di Lumajang Digeruduk Massa
"Sampai gak kuat pak, anak kami sudah hancur masa depan anak kami, kepada penegak hukum minta pelaku diadili yang seberat-beratnya. Makanya kami ke sini ingin menegakkan keadilan," kata perempuan berhijab tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa kedatangannya bersama orang tua lainnya untuk mengetahui tuntutan penegak hukum terhadap terdakwa Rahmat, juga berharap tidak terjadi kejahatan serupa di masyarakat.
“Supaya ke depannya tidak terjadi seperti anak-anak kami. Tidak ada lagi ustas cabul, seperti yang sekarang ini kami alami. Anak-anak kami sama sekali tidak mau sekolah lagi, malu bergaul, dipanggil pun sudah tidak mau untuk bergaul sama temen-temennya karena malu ketemu orang-orang," tutupnya.
Lihat Juga :