Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak

Rabu, 08 Juni 2022 - 05:36 WIB
loading...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Salah satu lokasi yang disebut-sebut menjadi tempat tirakatnya Jaka Tingkir. (Ist)
A A A
Jaka Tingkir lahir dengan nama asli Mas Karebet. Ia adalah cucu dari Andayaningrat, penguasa kerajaan kuno di Boyolali. Andayaningrat, yang juga memakai nama Jaka Sanagara atau Jaka Bodo, konon masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga raja Majapahit.

Ketika Mas Karebet masih di dalam kandungan, ayahnya yang bernama Kebo Kenanga atau Ki Angeng Pengging, menggelar pertunjukan wayang di mana dalangnya adalah Ki Ageng Tingkir.

Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dibunuh oleh Sunan Kudus setelah dituduh memberontak terhadap Kerajaan Demak. Setelah Nyi Ageng Pengging meninggal karena sakit, Mas Karebet akhirnya diangkat anak oleh Nyi Ageng Tingkir, janda Ki Ageng Tingkir. Sejak saat itu, Mas Karebet lebih dikenal dengan nama Jaka Tingkir, yang kemudian tumbuh sebagai pemuda tangguh.

Kedigjayaan Jaka Tingkir yang begitu melegenda di Tanah Jawa tidak bisa dilepaskan dari pusaka berupa ikat pinggang (timang) Kiai Bajulgiling yang diberikan gurunya Ki Buyut Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro.

Karena konon timang Kiai Bajulgiling dibuat oleh Ki Buyut Banyubiru dari biji baja murni yang diambil dari dalam gumpalan magma lahar Gunung Merapi dan kulit buaya. Dengan kekuatan gaibnya, biji baja murni itu oleh Ki Banyubiru dibuat menjadi pusaka.

Berdasarkan Babad Jawi dan Babad Pengging, kekuatan gaib yang dimiliki timang Kiai Bajulgiling ialah, barang siapa yang memakai ikat pinggang Kiai Bajulgiling ini, maka dia akan kebal dari segala macam senjata tajam dan ditakuti semua binatang buas.

Hal ini selain kekuatan alami yang dimiliki oleh inti biji baja murni itu sendiri, juga karena adanya kekuatan rajah berkekuatan gaib yang diguratkan Ki Banyubiru di seputar timang berkulit buaya tersebut.

Kekuatan dan keampuhan ikat pinggang Kiai Bajulgiling beberapa kali dialami dan dibuktikan sendiri oleh JakaTingkir. Sebelum berguru ke Ki Banyubiru, Jaka Tingkir atau Mas Karebet ini pernah juga berguru ke Sunan Kalijaga dan Ki Ageng Sela.

Setelah berguru kepada Ageng Sela, dan Sunan Kalijaga, Jaka Tingkir lalu disuruh untuk mengabdi ke Keraton Demak Bintoro. Di Kesultanan Demak ini Jaka Tingkir melamar sebagai pengawal pribadi.

Keberhasilannya meloncati kolam masjid dengan lompatan ke belakang tanpa sengaja, karena sekonyong-konyong Jaka Tingkir harus menghindari Sultan dan para pengiringnya memperlihatkan bahwa dialah orang yang tepat sebagai pengawal.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1482 seconds (11.210#12.26)