Ratusan Siswa SMAN 1 Kontunaga Segel Gerbang Sekolah, Ujian Batal Digelar
Selasa, 07 Juni 2022 - 15:22 WIB
loading...
Demo siswa SMAN 1 Kontunaga segel gerbang sekolah. Foto: Febri/SINDOnews
A
A
A
MUNA - Ratusan siswa SMA Negeri 1 Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kembali melakukan unjuk rasa. Dalam aksinya, para siswa nekat menyegel pintu gerbang sekolah.
Akibatnya, puluhan guru yang akan masuk untuk mengawasi proses ulangan sekolah tidak bisa masuk ke dalam sekolah. Alhasil, ulangan sekolah pun batal dilaksanakan.
Salah seorang siswi pengunjuk rasa, Ayu Cahyani mengatakan, aksi pelajar itu buntu penolakan terhadap kepala sekolah, akibat adanya dugaan korupsi dana bos di sekolah mereka.
Baca juga: Pelajar Ikut Demo Omnibus Law, Sistem Pendidikan Harus Dievaluasi
"Yang turun aksi hari ini siswa dari Kelas 11 dan 12. Ada ratusan orang yang turun aksi. Kami mendesak penggantian kepala sekolah, karena diduga menyelewengkan dana bos," katanya, Selasa (7/6/2022).
Dugaan tersebut menyeruak, karena selama satu tahun terakhir tidak ada kegiatan sekolah dan kegiatan ekstrakulikuler menjadi tidak ada, dengan alasan tidak adanya dana bos.
Sementara itu, Rahmat Hasan, salah seorang guru mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak melihat para siswa berunjuk rasa. Dirinya pun mengaku pasrah melihat aksi para siswa.
Akibatnya, puluhan guru yang akan masuk untuk mengawasi proses ulangan sekolah tidak bisa masuk ke dalam sekolah. Alhasil, ulangan sekolah pun batal dilaksanakan.
Salah seorang siswi pengunjuk rasa, Ayu Cahyani mengatakan, aksi pelajar itu buntu penolakan terhadap kepala sekolah, akibat adanya dugaan korupsi dana bos di sekolah mereka.
Baca juga: Pelajar Ikut Demo Omnibus Law, Sistem Pendidikan Harus Dievaluasi
"Yang turun aksi hari ini siswa dari Kelas 11 dan 12. Ada ratusan orang yang turun aksi. Kami mendesak penggantian kepala sekolah, karena diduga menyelewengkan dana bos," katanya, Selasa (7/6/2022).
Dugaan tersebut menyeruak, karena selama satu tahun terakhir tidak ada kegiatan sekolah dan kegiatan ekstrakulikuler menjadi tidak ada, dengan alasan tidak adanya dana bos.
Sementara itu, Rahmat Hasan, salah seorang guru mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat banyak melihat para siswa berunjuk rasa. Dirinya pun mengaku pasrah melihat aksi para siswa.
Lihat Juga :