Pelajar Ikut Demo Omnibus Law, Sistem Pendidikan Harus Dievaluasi
Minggu, 11 Oktober 2020 - 06:11 WIB
loading...
Kalangan DPRD Jawa Tengah menyesalkan keterlibatan siswa SMK/SMA dalam aksi unjuk rasa tolak pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). (Ist)
A
A
A
SEMARANG - Kalangan DPRD Jawa Tengah menyesalkan keterlibatan siswa SMK/SMA dalam aksi unjuk rasa tolak pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Apalagi para pelajar yang ikut demo ternyata bolos pembelajaran daring dan demo berujung ricuh.
Menyikapi hal tersebut telah dilakukan pertemuan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, DPRD dan pihak kepolisian. Tujuannya, untuk mencegah hal serupa terulang Kembali.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto yang ikut dalam pertemuan tersebut meminta harus dilakukan evaluasi pada sistem pendidikan, pengawasan dari pihak sekolah, dan keterlibatan orang tua siswa dalam pendidikan anak selama COVID-19.
“Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah keterlibatan siswa. Kita yakin dengan adanya pertemuan ini ada satu kesadaran bersama ternyata anarkisme di tingkat pelajar sangat nyata, sebagai solusi maka kami akan mendorong gerakan pencegahan anarkisme di tingkat sekolah,” tegas Yudi, Sabtu (10/10/2020).
Menurutnya, tindakan anarkis itu tak lepas dari masih rendahnya pemahaman pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Untuk itu, pendidikan karakter mesti diselipkan di semua pelajaran dan benar-benar ditekankan pada siswa.
Menyikapi hal tersebut telah dilakukan pertemuan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, DPRD dan pihak kepolisian. Tujuannya, untuk mencegah hal serupa terulang Kembali.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto yang ikut dalam pertemuan tersebut meminta harus dilakukan evaluasi pada sistem pendidikan, pengawasan dari pihak sekolah, dan keterlibatan orang tua siswa dalam pendidikan anak selama COVID-19.
“Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah keterlibatan siswa. Kita yakin dengan adanya pertemuan ini ada satu kesadaran bersama ternyata anarkisme di tingkat pelajar sangat nyata, sebagai solusi maka kami akan mendorong gerakan pencegahan anarkisme di tingkat sekolah,” tegas Yudi, Sabtu (10/10/2020).
Menurutnya, tindakan anarkis itu tak lepas dari masih rendahnya pemahaman pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah. Untuk itu, pendidikan karakter mesti diselipkan di semua pelajaran dan benar-benar ditekankan pada siswa.
Lihat Juga :