Ganjar Pranowo Buka-bukaan Konsep Jogo Tonggo
Sabtu, 25 April 2020 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Ganjar juga langsung merespons pertanyaan salah satu netizen yang bekerja sebagai bidan mengenai alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang masih susah didapat di Banjarnegara dan Purbalingga. "Boleh enggak kita kasih kejutan. Nanti saya minta nomernya biar saya hubungi dan kasih bantuan APD," katanya.
Mengenai warga Jawa Tengah yang merantau di Jabodetabek, Ganjar mengaku sudah berkali-kali mengimbau agar tidak mudik. "Saya titip ke Gubernur DKI, Jabar, Banten. Tolong warga saya yang ada di sana dibantu. Kita saling bantu. Di sini kita bantu teman-teman dari Banten, Papua, Sumatera Barat dan lainnya yang tidak bisa pulang," terangnya.
Kuncinya warga Jawa Tengah yang diminta tidak pulang harus dijamin kebutuhan pokoknya. "Itulah makanya saye telepon pak Anies Baswedan, pak Ridwan Kamil dan Kemensos. Harapan saya, mereka bisa dijamin kebutuhan pokoknya selama 3 bulan," jelasnya.
Ganjar menegaskan bahwa penanganan COVID-19 bukanlah bicara tentang teritorial. "Tapi soal kemanusian yang adil dan beradab," tegasnya. Lantas sampai kapan pandemi COVID-19 ini akan terjadi di Jateng. Menurut Ganjar sebenarnya dalam 28 hari gangguan virus mematikan ini bisa berakhir.
"Selama 28 hari atau katakanlah sebulan kita semua disiplin di rumah. 14 hari awal virus mengganggu, 14 hari berikutnya kita cegah. Kalau ada yang gejala sakit kita ambil dan bawa ke rumah sakit. Kalau mau, 28 hari itu selesai, tp kan pada enggak mau," ungkapnya.
Mengenai warga Jawa Tengah yang merantau di Jabodetabek, Ganjar mengaku sudah berkali-kali mengimbau agar tidak mudik. "Saya titip ke Gubernur DKI, Jabar, Banten. Tolong warga saya yang ada di sana dibantu. Kita saling bantu. Di sini kita bantu teman-teman dari Banten, Papua, Sumatera Barat dan lainnya yang tidak bisa pulang," terangnya.
Kuncinya warga Jawa Tengah yang diminta tidak pulang harus dijamin kebutuhan pokoknya. "Itulah makanya saye telepon pak Anies Baswedan, pak Ridwan Kamil dan Kemensos. Harapan saya, mereka bisa dijamin kebutuhan pokoknya selama 3 bulan," jelasnya.
Ganjar menegaskan bahwa penanganan COVID-19 bukanlah bicara tentang teritorial. "Tapi soal kemanusian yang adil dan beradab," tegasnya. Lantas sampai kapan pandemi COVID-19 ini akan terjadi di Jateng. Menurut Ganjar sebenarnya dalam 28 hari gangguan virus mematikan ini bisa berakhir.
"Selama 28 hari atau katakanlah sebulan kita semua disiplin di rumah. 14 hari awal virus mengganggu, 14 hari berikutnya kita cegah. Kalau ada yang gejala sakit kita ambil dan bawa ke rumah sakit. Kalau mau, 28 hari itu selesai, tp kan pada enggak mau," ungkapnya.
Lihat Juga :