Ganjar Pranowo Buka-bukaan Konsep Jogo Tonggo
Sabtu, 25 April 2020 - 20:36 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (@ganjar_pranowo) mengungkap konsep Jogo Tonggo dalam obrolan di Instagram Live @sindonews, Sabtu (25/4/2020) sore. Foto/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Konsep Jogo Tonggo (jaga tetangga) menjadi andalan Jawa Tengah dalam menanggulangi dampak dari pandemi virus Corona (COVID-19). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (@ganjar_pranowo) mengungkap Jogo Tonggo dalam obrolan di Instagram Live @sindonews, Sabtu (25/4/2020) sore.
Ganjar merupakan salah satu kepala daerah yang dianggap sigap dalam tangani wabah Corona. Kini Jateng sedang mengantisipasi warga yang nekat pulang kampung agar mereka mengisolasi diri terlebih dahulu. (Baca juga: Menko Polhukam Tegaskan Pelarangan Mudik Berlaku di Seluruh Indonesia)
"Jogo Tonggo atau Jaga Tetangga. Ini kalau kita ingin bantuan dari pemerintah kan terbatas. Semuanya jadi korban atau terkenda dampak COVID-19 ini, namun karena anggaran kurang, maka butuh toleransi dan teposeliro, yang mampu ya tolong ikut membantu, jangan malah minta. Daftarkan yang kurang mampu. Kita saling bantu, gotong royong," kata Ganjar dalam obrolan yang dipandu wartawan SINDOnews, Chamad Hojin. (Baca juga: Ternyata Begini Pola Penyebaran Virus Corona pada Manusia)
Menurut Ganjar, selain itu perlu modal sosial, dan nilai-nilai komunal sudah ada sejak dahulu di tengah masyarakat. "Seperti di tingkat RW, harus dilindungi warga yang sudah sepuh, balita, anak-anak, disabilitas, korban PHK, orang yang nekat mudik dan sebagainya. Sehingga bisa saling membantu," paparnya.
Termasuk juga mengenai keluhan dan kekhawatiran warga soal keamanan terkait dengan banyaknya narapidana yang dibebaskan dengan proses asimilasi. "Itu bisa lewat saling menjaga tetangga, Jogo Tonggo," tandasnya.
Ganjar merupakan salah satu kepala daerah yang dianggap sigap dalam tangani wabah Corona. Kini Jateng sedang mengantisipasi warga yang nekat pulang kampung agar mereka mengisolasi diri terlebih dahulu. (Baca juga: Menko Polhukam Tegaskan Pelarangan Mudik Berlaku di Seluruh Indonesia)
"Jogo Tonggo atau Jaga Tetangga. Ini kalau kita ingin bantuan dari pemerintah kan terbatas. Semuanya jadi korban atau terkenda dampak COVID-19 ini, namun karena anggaran kurang, maka butuh toleransi dan teposeliro, yang mampu ya tolong ikut membantu, jangan malah minta. Daftarkan yang kurang mampu. Kita saling bantu, gotong royong," kata Ganjar dalam obrolan yang dipandu wartawan SINDOnews, Chamad Hojin. (Baca juga: Ternyata Begini Pola Penyebaran Virus Corona pada Manusia)
Menurut Ganjar, selain itu perlu modal sosial, dan nilai-nilai komunal sudah ada sejak dahulu di tengah masyarakat. "Seperti di tingkat RW, harus dilindungi warga yang sudah sepuh, balita, anak-anak, disabilitas, korban PHK, orang yang nekat mudik dan sebagainya. Sehingga bisa saling membantu," paparnya.
Termasuk juga mengenai keluhan dan kekhawatiran warga soal keamanan terkait dengan banyaknya narapidana yang dibebaskan dengan proses asimilasi. "Itu bisa lewat saling menjaga tetangga, Jogo Tonggo," tandasnya.
Lihat Juga :