Laskar Rempah Kemendikbud Jejaki Kebudayaan Sulsel
Senin, 06 Juni 2022 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kunjungan kali ini untuk memahami tentang sejarah yang ada di Sulawesi Selatan agar peserta yang mendapat asupan macam-macam tentang aspek kebudayaan yang berkaitan dengan rempah dan jalur perdagangan," ucap Restu.
Di samping itu, para peserta juga menapak tilas kebesaran sosok Karaeng Pattingalloang. Cendekiawan Kerajaan Gowa-Tallo kelahiran abad 16, yang pada masanya memiliki pengetahuan luas terkait dunia global. Ia juga dijuluki sebagai Bapak Makassar.
Pertautan antara Pattingalloang dengan pedagang yang datang dari berbagai bangsa dalam menyemarakkan Jalur Rempah ditunjang oleh kemampuannya berkomunikasi. Ia menggunakan bahasa asing dengan sangat fasih.
Dengan kemampuannya itu, ia menjadi juru bicara yang piawai dan ahli berdiplomasi. Makassar sempat menjadi kota termasyhur di dunia berkat peran dan fungsi Karaeng Pattingalloang. Hal ini membuat iri Belanda yang tidak menghendaki kehadiran pedagang bertransaksi bebas di Makassar.
"Karaeng Pattingalloang ini seorang ilmuwan yang luar biasa. Mudah-mudahan memberi spirit kepada adik-adik juga bahwa di Sulawesi Selatan, pada tahun 1600-an, ada tokoh yang begitu cerdas. Harapannya, anak-anak dari seluruh Indonesia ini minimal bisa menyampaikan pesan-pesan itu tentang sosok Karaeng Pattingalloang," jelasnya.
Sekadar diketahui, Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diselenggarakan Kemendikbudristek bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Daerah, serta berbagai komunitas budaya.
Di samping itu, para peserta juga menapak tilas kebesaran sosok Karaeng Pattingalloang. Cendekiawan Kerajaan Gowa-Tallo kelahiran abad 16, yang pada masanya memiliki pengetahuan luas terkait dunia global. Ia juga dijuluki sebagai Bapak Makassar.
Pertautan antara Pattingalloang dengan pedagang yang datang dari berbagai bangsa dalam menyemarakkan Jalur Rempah ditunjang oleh kemampuannya berkomunikasi. Ia menggunakan bahasa asing dengan sangat fasih.
Dengan kemampuannya itu, ia menjadi juru bicara yang piawai dan ahli berdiplomasi. Makassar sempat menjadi kota termasyhur di dunia berkat peran dan fungsi Karaeng Pattingalloang. Hal ini membuat iri Belanda yang tidak menghendaki kehadiran pedagang bertransaksi bebas di Makassar.
"Karaeng Pattingalloang ini seorang ilmuwan yang luar biasa. Mudah-mudahan memberi spirit kepada adik-adik juga bahwa di Sulawesi Selatan, pada tahun 1600-an, ada tokoh yang begitu cerdas. Harapannya, anak-anak dari seluruh Indonesia ini minimal bisa menyampaikan pesan-pesan itu tentang sosok Karaeng Pattingalloang," jelasnya.
Sekadar diketahui, Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diselenggarakan Kemendikbudristek bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Daerah, serta berbagai komunitas budaya.
Lihat Juga :