Kisah Tukah, Pembantu Rumah Tangga Menabung 20 Tahun untuk Naik Haji
Sabtu, 04 Juni 2022 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Dirinya memerlukan waktu hingga 20 tahun bekerja, dan menyisihkan uang penghasilannya. Uang penghasilan itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit setiap tahunnya.
Ia mengisahkan awal bekerja menerima gaji hanya Rp200 ribu, kemudian bertahap gajinya naik sehingga semakin besar menyisihkan penghasilannya untuk tabungan haji. Bahkan berkat kerjanya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengantarkan anaknya menempuh pendidikan sarjana.
"Saya kerja anak masih umur tiga bulan, sekarang anak umur 20 tahun dan hampir lulus kuliah," ungkapnya. Saat menabung itu bukan berarti Tukah tak ada kendala, ia sempat berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena gaji yang diterimanya dirasa tak mencukupi.
Baca juga: Detik-detik Janda Muda di Kendari Dibacok Mantan Suami hingga Bersimbah Darah
Namun ia kembali bekerja usai majikannya akhirnya bersedia menaikkan gajinya. Pihaknya bersyukur sang majikan mendukung usaha Tukah berangkat haji. "Gajian pertama cuma Rp200 ribu, lalu naik Rp500 ribu, dan Rp750 juta, hingga akhirnya mencapai Rp1 juta," ungkapnya.
Uang-uang gaji yang diterima Tukah tersebut lantas dikumpulkan. Jerih payah itu akhirnya terbayar ketika Tukah dinyatakan sebagai salah satu yang mendapat kesempatan berangkat haji, setelah melunasi biaya haji terakhirnya pada 2020 lalu. "Alhamdulillah bersyukur sekali, sempat tertunda itu dua tahun harusnya 2020 berangkat," paparnya.
Kini ia telah bersiap dengan segala keperluannya, bahkan koper dan tas jamaah haji miliknya juga telah diisi dengan kebutuhan selama di Tanah Suci Mekkah. "Paling bawa baju-baju untuk kebutuhan harian, karena di sana tidak boleh bawa banyak-banyak, maksimal 15 kg," pungkasnya.
Ia mengisahkan awal bekerja menerima gaji hanya Rp200 ribu, kemudian bertahap gajinya naik sehingga semakin besar menyisihkan penghasilannya untuk tabungan haji. Bahkan berkat kerjanya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengantarkan anaknya menempuh pendidikan sarjana.
"Saya kerja anak masih umur tiga bulan, sekarang anak umur 20 tahun dan hampir lulus kuliah," ungkapnya. Saat menabung itu bukan berarti Tukah tak ada kendala, ia sempat berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena gaji yang diterimanya dirasa tak mencukupi.
Baca juga: Detik-detik Janda Muda di Kendari Dibacok Mantan Suami hingga Bersimbah Darah
Namun ia kembali bekerja usai majikannya akhirnya bersedia menaikkan gajinya. Pihaknya bersyukur sang majikan mendukung usaha Tukah berangkat haji. "Gajian pertama cuma Rp200 ribu, lalu naik Rp500 ribu, dan Rp750 juta, hingga akhirnya mencapai Rp1 juta," ungkapnya.
Uang-uang gaji yang diterima Tukah tersebut lantas dikumpulkan. Jerih payah itu akhirnya terbayar ketika Tukah dinyatakan sebagai salah satu yang mendapat kesempatan berangkat haji, setelah melunasi biaya haji terakhirnya pada 2020 lalu. "Alhamdulillah bersyukur sekali, sempat tertunda itu dua tahun harusnya 2020 berangkat," paparnya.
Kini ia telah bersiap dengan segala keperluannya, bahkan koper dan tas jamaah haji miliknya juga telah diisi dengan kebutuhan selama di Tanah Suci Mekkah. "Paling bawa baju-baju untuk kebutuhan harian, karena di sana tidak boleh bawa banyak-banyak, maksimal 15 kg," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :