Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jum'at, 19 Juni 2026 - 18:44 WIB
loading...
Petani sawit dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses memproduksi Lidi sawit dan lidi kelapa ke China. Foto/istimewa
A
A
A
ACEH - Petani sawit dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses memproduksi Lidi sawit dan lidi kelapa ke China. Sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan menuju China.
Hal itu terungkap dari kegiatan Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit Hasil Pemberdayaan UMKM Aspekpir dan BPDP yang dilanjutkan dengan Workshop Ekspor Lidi Sawit di Medan dan Langkat, pada 17-18 Juni 2026.
Produk itu dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP.
Baca juga: Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Sumatera Utara Tsarwah mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Tsarwah berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ekspor berbasis sawit,” kata Tsarwah, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat mengatakan, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.
Hal itu terungkap dari kegiatan Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit Hasil Pemberdayaan UMKM Aspekpir dan BPDP yang dilanjutkan dengan Workshop Ekspor Lidi Sawit di Medan dan Langkat, pada 17-18 Juni 2026.
Produk itu dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP.
Baca juga: Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Sumatera Utara Tsarwah mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Tsarwah berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ekspor berbasis sawit,” kata Tsarwah, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat mengatakan, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.
Lihat Juga :