Duh! Angka Perkawinan Anak di Sulsel Masih Tinggi, Ini Datanya
Jum'at, 03 Juni 2022 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu dari sisi ekonomi dimana anak-anak yang dinikahkan dini otomatis putus sekolah yang berimplikasi pada rendahnya pendidikan. Ujung-ujungnya berakhir pada kesulitan ekonomi. "Pola pikir mereka belum dewasa sehingga rentan terjadi hal seperti itu," jelas Waridah.
Maraknya perkawinan anak yang terjadi belakangan juga membuat sejumlah aktivis dari berbagai non government organization (NGO) yang tergabung dalam Koalisi Stop Perkawinan Anak (KSPA) Sulawesi Selatan menaruh atensi penuh.
KSPA bakal berkoordinasi dengan DPPPA-Dalduk KB Sulsel dan Forum Komunikasi PPA, serta melakukan kunjungan ke Kabupaten Wajo terkait langkah konkret untuk perlindungan bagi anak yang terlibat dalam perkawinan.
"Sebenarnya ini tamparan buat kita semua. Karena peristiwanya sudah terjadi, yang bisa dilakukan untuk kasus di Wajo ini adalah memastikan anak-anak ini baik pihak laki-laki maupun perempuan tetap dalam pantauan koalisi dan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada keduanya termasuk keluarganya,” ujar Anggota KSPA, Andi Yudha Yunus.
Baca Juga: Perkawinan Anak di Kota Makassar Meningkat Selama Pandemi
Dirinya mengaku, sejumlah langkah strategis telah disusun oleh pihaknya, salah satunya meminta media agar tidak mengeksploitasi anak-anak yang menjadi korban perkawinan anak. "Saya kira media paham soal kode etik jurnalistik dan bagaimana pemberitaan yang ramah anak,” ungkap Yudha.
Dia berharap, tidak ada lagi kasus perkawinan anak yang terjadi di Sulsel dan masyarakat bisa terlibat aktif melakukan pencegahan mulai dari tingkat dusun, desa, sampai kabupaten dan provinsi.
Maraknya perkawinan anak yang terjadi belakangan juga membuat sejumlah aktivis dari berbagai non government organization (NGO) yang tergabung dalam Koalisi Stop Perkawinan Anak (KSPA) Sulawesi Selatan menaruh atensi penuh.
KSPA bakal berkoordinasi dengan DPPPA-Dalduk KB Sulsel dan Forum Komunikasi PPA, serta melakukan kunjungan ke Kabupaten Wajo terkait langkah konkret untuk perlindungan bagi anak yang terlibat dalam perkawinan.
"Sebenarnya ini tamparan buat kita semua. Karena peristiwanya sudah terjadi, yang bisa dilakukan untuk kasus di Wajo ini adalah memastikan anak-anak ini baik pihak laki-laki maupun perempuan tetap dalam pantauan koalisi dan memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada keduanya termasuk keluarganya,” ujar Anggota KSPA, Andi Yudha Yunus.
Baca Juga: Perkawinan Anak di Kota Makassar Meningkat Selama Pandemi
Dirinya mengaku, sejumlah langkah strategis telah disusun oleh pihaknya, salah satunya meminta media agar tidak mengeksploitasi anak-anak yang menjadi korban perkawinan anak. "Saya kira media paham soal kode etik jurnalistik dan bagaimana pemberitaan yang ramah anak,” ungkap Yudha.
Dia berharap, tidak ada lagi kasus perkawinan anak yang terjadi di Sulsel dan masyarakat bisa terlibat aktif melakukan pencegahan mulai dari tingkat dusun, desa, sampai kabupaten dan provinsi.
(tri)
Lihat Juga :