Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir

Sabtu, 28 Mei 2022 - 05:01 WIB
loading...
Gunung Lawu Diselimuti...
Gunung Lawu yang kokoh berdiri menjulang 3.265 meter di atas permukaan tanah (Mdpl) menyimpan kisah tentang moksanya Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V. Foto/Dok.SINDONews
A A A
GUNUNG Lawu yang kokoh berdiri menjulang dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan tanah (Mdpl) menyimpan kisah tentang moksanya (menghilangnya) Prabu Brawijaya V dan pengikut setianya yang menjelma menjadi burung jalak berwarna gading.

Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir

Foto/Ist

Kisah moksanya Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu dan misteri yang menyelimutinya masih diyakini kebenarannya dan menjadi cerita turun temurun masyarakat hingga kini.

Baca juga: Penampakan Gunung Lawu dengan Awan Bersabuk Melingkar

Gunung Lawu yang wingit (angker) dan penuh misteri lokasinya tepat berada di perbatasan wilayah Karanganyar, Jawa Tengah, Ngawi dan Magetan, Jawa Timur.

Dyah Ranawijaya atau disebut Girindrawardhana Dyah Ranawijaya atau yang lebih dikenal sebagai Prabu Brawijaya V memerintah Kerajaan Majapahit pada periode 1468-1478. Sebelum memutuskan bersemedi dan moksa di Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V mendapat wangsit lewat mimpi.

Wangsit itu mengisyaratkan bahwa Kerajaan Majapahit yang memiliki kepercayaan agama Hindu bakal segera runtuh dan kekuasaan akan beralih ke Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, putra Prabu Brawijaya V. Kerajaan Demak memiliki kepercayaan agama Islam.

Saat meninggalkan istana Kerajaan Majapahit untuk bersemedi di puncak Gunung Lawu, Prabu Brawijaya V didampingi pandita dan penasehat setianya yang bernama Sabdo Palon dan Noyo Genggong.

Selanjutnya dalam perjalanan mendaki lereng Gunung Lawu seperti dikutip dari sejarahlengkap, rombongan Prabu Brawijaya V bertemu dengan dua orang kepala dusun setempat, yakni Wangsa Manggala dan Dipa Manggala.

Baca juga: Sumpah Sabda Palon dan Malapetaka di Tanah Jawa

Keduanya ingin menemani Prabu Brawijaya yang sedang dilanda kesedihan untuk naik ke puncak Gunung Lawu. Rombongan pun kemudian mendaki Gunung Lawu. Namun di tengah perjalanan, Prabu Brawijaya V mengeluarkan titah untuk mengangkat Dipa Manggala sebagai penguasa Gunung Lawu dengan gelar Sunan Gunung Lawu.

Sedangkan Wangsa Manggala oleh Prabu Brawijaya V diangkat sebagai patih dengan gelar Kiai Jalak.

Prabu Brawijaya V juga memutuskan untuk meninggalkan kehidupan dunia dan moksa. Tempat moksa Prabu Brawijaya V di puncak Gunung Lawu yang bernama Hargo Dalem. Setelah moksa, hingga kini jasad maupun makamnya tak diketemukan hingga kini.
Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir


Sedangkan Sabdo Palon pun memutuskan ikut moksa di puncak Gunung Lawu yang bernama Hargo Dumiling.Sementara lokasi tempat semedi yang merupakan puncak tertinggi di Gunung Lawu disebut Hargo Dumilah.

Setelah Prabu Brawijaya menghilang, salah satu pengikutnya, yakni Wangsa Manggala diberi gelar Ki Jalak dan menjelma menjadi burung jalak berwarna gading yang hidup di Gunung Lawu. Para pendaki hingga kini konon masih sering menjumpai penampakan Jalak Gading.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Tari Jaipong dan Kisah...
Tari Jaipong dan Kisah yang Mengikat, Cerita di Balik Gemulai Indah Tarian
Misteri di Awal Kemunculan,...
Misteri di Awal Kemunculan, Tari Jaipong dan Kisah di Baliknya
Rekomendasi
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Berita Terkini
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Infografis
Karier Militer Mayjen...
Karier Militer Mayjen Sineenat Wongvajirapakdi, Selir Istimewa Raja Thailand
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved