Hasil Panen Petani di Luwu Timur Anjlok Gegara Diserang Hama dan Tikus
Minggu, 22 Mei 2022 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
“Kita pakai pupuk subsidi juga, cuma lambat sekali. Sudah kuning-kuning padi baru kita terima,” tambah Made.
Made mengeluhkan anjloknya hasil panen padi, disusul harga jual gabah yang juga ikut merosot.
Di Luwu Timur, memasuki musim panen pada April hingga Mei, rata-rata Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp3.900 per kg, turun dari harga sebelumnya Rp4.200.
“Turun juga harga jualnya. Padahal kita ini kan juga modalnya mulai pemeliharaan, ongkos panen alatnya disewa, terus tenaga angkutnya juga semua berbayar. Jadi kalau balik modal saja sudah syukur,” tutup Made.
Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengatakan, hasil penen padi yang kurang maksimal juga dipicu oleh petani yang tidak menghiraukan jadwal tanam yang telah diatur dalam pertemuan kelompok tani, termasuk perihal pengendalian tikus, mengingat Luwu Timur merupakan daerah endemik tikus.
“Petani sebagian besar tidak menanam sesuai jadwal yang ditetapkan melalui tudang sipulung. Pak Bupati sudah memberikan penekanan agar taati rekomendasi tudang sipulung. Taat pada jadwal tanamnya. Taat pada pemilihan benihnya. Taat pada gerakan pengendalian hamanya,” ujarnya.
Made mengeluhkan anjloknya hasil panen padi, disusul harga jual gabah yang juga ikut merosot.
Di Luwu Timur, memasuki musim panen pada April hingga Mei, rata-rata Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp3.900 per kg, turun dari harga sebelumnya Rp4.200.
“Turun juga harga jualnya. Padahal kita ini kan juga modalnya mulai pemeliharaan, ongkos panen alatnya disewa, terus tenaga angkutnya juga semua berbayar. Jadi kalau balik modal saja sudah syukur,” tutup Made.
Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengatakan, hasil penen padi yang kurang maksimal juga dipicu oleh petani yang tidak menghiraukan jadwal tanam yang telah diatur dalam pertemuan kelompok tani, termasuk perihal pengendalian tikus, mengingat Luwu Timur merupakan daerah endemik tikus.
“Petani sebagian besar tidak menanam sesuai jadwal yang ditetapkan melalui tudang sipulung. Pak Bupati sudah memberikan penekanan agar taati rekomendasi tudang sipulung. Taat pada jadwal tanamnya. Taat pada pemilihan benihnya. Taat pada gerakan pengendalian hamanya,” ujarnya.
Lihat Juga :