Tangkal Radikalisme dan Intoleran, Kapolda Gorontalo: Penyuluh Agama Harus Melek Digital

Rabu, 18 Mei 2022 - 17:15 WIB
loading...
Tangkal Radikalisme...
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengajak penyuluh agama memanfaatkan teknologi dalam memberikan pemahaman dan perspektif positif kepada masyarakat. Foto/Ist
A A A
GORONTALO - Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengajak para penyuluh agama memanfaatkan teknologi dalam memberikan pemahaman dan perspektif positif kepada masyarakat tentang nilai-nilai keagamaan.

Langkah itu untuk mengantisipasi dan mencegah gerakan radikalisme dan intoleran di kalangan masyarakat.

Baca juga: Sukseskan 5M, Luhut Kerahkan 50 Ribu Penyuluh Agama

"Dengan adanya kemajuan teknologi ini marilah kita gunakan kemajuan teknologi ini dengan hal-hal yang positif dan jangan sampai kita menggunakan teknologi untuk hal-hal yang negatif," kata Kapolda di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Gorontalo, dikutip Rabu (18/5/2022).

Dia juga mengingatkan bahwa saat ini banyak paham-paham radikal dan intoleran bertebaran di media sosial. Untuk itu, ia pun berharap agar masyarakat tidak salah dalam mengakses berita atau informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Jenderal polisi bintang dua itu mengharapkan agar para penyuluh agama juga melek digital, sekaligus mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tidak menjadi korban hoaks dan informasi sesat di dunia maya.

Apalagi sampai menjadi target operasi agitasi propaganda kelompok radikal, intoleran ekstremisme.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk ke Singapura, Reaksi Gubernur Riau Mengejutkan

"Saat ini dengan dimudahkan kita dalam informasi ada paham-paham radikal yang selalu eksis di media sosial, sehingga kita semua harus benar-benar bisa mengantisipasi hal-hal tersebut," tuturnya.

Sementara Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Gorontalo Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Didik Novi Rahmanto menyampaikan, bahwa salah satu faktor penyebab munculnya intoleransi dan radikalisme adalah rasa tidak nyaman.

Hal itu dalam konteks menjalankan agama, hubungan sosial dan merasa curiga terhadap kelompok di luar agama dan etnisnya. Situasi ini sangat efektif membuat orang lain berpikir radikal dan ekstremis.

"Faktor penyebab intoleransi dan radikalisme yaitu perasaan terancam terhadap agama lain, etnik lain, ketidakpercayaan terhadap agama lain, ketidak percayaan terhadap etnik lain, religiusitas, fanatisme, sekularitas serta penggunaan media sosial yang salah," kata Kombes Pol Didik.

Untuk itu, dia sangat berharap agar penyuluh agama bisa memiliki kemampuan memutus mata rantai radikalisme, mendorong toleransi di kalangan masyarakat dan memperkuat ideologi Pancasila dan NKRI.

Ia juga berharap agar para penyuluh juga mampu menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan literasi terkait pencegahan radikalisme, ikut menyebarkan dan menggelorakan narasi kebhinekaan, serta mampu menjadi konsultan bagi masyarakat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
55 UMKM di Bantargebang...
55 UMKM di Bantargebang Digembleng Go Digital
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Pelatihan dari Dapur...
Pelatihan dari Dapur ke Pasar Digital di Bandung, Sandiaga Dorong Perempuan Naik Kelas
Anggota DPR Apresiasi...
Anggota DPR Apresiasi Semangat Anak Muda Hadirkan Aplikasi yang Berdayakan Peternak Lokal
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Rekomendasi
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved