Tercatat Sebagai Pialang Teraktif, RFB Target Sebar 1.000 Wakil Broker

Rabu, 11 Mei 2022 - 00:25 WIB
loading...
Tercatat Sebagai Pialang Teraktif, RFB Target Sebar 1.000 Wakil Broker
Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Surabaya, Leonardo (tengah) dan manajemen RFB Surabaya.Foto/ist
A A A
SURABAYA - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menarget 1.000 wakil pialang berjangka per tahun untuk meningkatkan transaksi saham. Target tersebut diambil seiring dengan penobatan RFB sebagai pialang teraktif pertama pada April 2022.

Penetapan RFB di posisi teratas ini berdasarkan jumlah transaksi 10 pialang teraktif yang menjadi anggota PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Baca juga: Strategi Rifan Financindo Berjangka Jadi Perusahaan Pialang Teraktif

Menurut Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Surabaya, Leonardo, yang juga membawahi Rifan Financindo Berjangka Semarang, loyalitas nasabah menjadi kunci utama mempertahankan posisi penting ini. Terlebih dalam menghadapi masa-masa penuh tantangan seperti beberapa waktu lalu, layanan prima perusahaan teruji dalam menjaga dan merawat nasabah.

"Kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk segenap nasabah RFB, khususnya RFB Surabaya dan Semarang, yang tetap memilih loyal bersama RFB hingga saat ini," tandasnya.

Diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Bappebti No. 3, th. 2022 pada 8 April 2022, Pembekuan kegiatan Usaha PT Rifan Financindo Berjangka telah dicairkan. Begitu pula dengan Izin Wakil Pialang Berjangka PT Rifan Financindo Berjangka juga telah aktif kembali dengan dasar Surat Keputusan Kepala Bappebti No.4, th, 2022 pada 18 April 2022.



Sejak saat itu, RFB telah dapat melakukan penerimaan nasabah baru dan menjalankan aktivitas operasional secara normal. Dalam rangka memenuhi komitmen penyempurnaan layanan transaksi untuk meningkatkan kepuasan nasabah dan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

RFB melakukan pembenahan dari sisi internal dan sedang mengembangkan sistem layanan antara lain penyempurnaan Standar Operasional dan Prosedur, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, mekanisme edukasi di lapangan dan penyempurnaan sistem layanan yang lebih cepat dan efisien.

Di antaranya pengembangan sistem transaksi berbasis OTP (one time password) dan online withdrawal system.Dengan layanan yang semakin cepat, terukur dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1517 seconds (11.210#12.26)