Update Rapid Test: 1.190 Warga Jabar Terindikasi Positif COVID-19
Senin, 13 April 2020 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk (alat) PCR ada 20.000 unit, harus segera digunakan. Sasarannya kepada orang yang ter-screening, dia prioritas yang harus tes PCR," katanya.
Terpisah, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil kembali menekankan akan terus memaksakan rapid test guna mengetahui peta persebaran COVID-19 di Jawa Barat. Terlebih, lanjut dia, Pemprov Jabar kini telah memiliki fasilitas swab test yang mampu memeriksa hingga 1.200 sampel per hari.
"Minggu lalu, kapasitas untuk swab test maksimal hanya 140 pengetesan, mulai Minggu ini bisa sampai 1.200 pengetesan," sebutnya.
Meski begitu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini meminta agar rapid test juga diiringi sikap disiplin warga Jabat dalam menerapkan social distancing. Dia menyebutkan, anak-anak sekolah dapat menjadi indikator kalangan yang disiplin menerapkan social distancing.
"Hampir tidak ada anak-anak sekolah di Jabar yang kena COVID-19, kenapa? Karena mereka ternyata kelompok yang paling disiplin, diam di rumah, ikut arahan gurunya tidak ke mana-mana. Nah, ini menunjukkan kuncinya memang semakin kita disiplin, maka COVID-19 semakin jauh dari kita," tandasnya.
Terpisah, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil kembali menekankan akan terus memaksakan rapid test guna mengetahui peta persebaran COVID-19 di Jawa Barat. Terlebih, lanjut dia, Pemprov Jabar kini telah memiliki fasilitas swab test yang mampu memeriksa hingga 1.200 sampel per hari.
"Minggu lalu, kapasitas untuk swab test maksimal hanya 140 pengetesan, mulai Minggu ini bisa sampai 1.200 pengetesan," sebutnya.
Meski begitu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini meminta agar rapid test juga diiringi sikap disiplin warga Jabat dalam menerapkan social distancing. Dia menyebutkan, anak-anak sekolah dapat menjadi indikator kalangan yang disiplin menerapkan social distancing.
"Hampir tidak ada anak-anak sekolah di Jabar yang kena COVID-19, kenapa? Karena mereka ternyata kelompok yang paling disiplin, diam di rumah, ikut arahan gurunya tidak ke mana-mana. Nah, ini menunjukkan kuncinya memang semakin kita disiplin, maka COVID-19 semakin jauh dari kita," tandasnya.
(was)
Lihat Juga :