Jamaah An-Nadzir Gowa Tetapkan Idul Fitri 1 Mei 2022
Sabtu, 30 April 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menetapkan purnama 14, 15, dan 16, lanjut dia, seterusnya dihitung dan kemudian dilihat waktu terbit bulan di ufuk timur sebelum subuh hari pada hari ke-27 dan hari ke-28 Ramadhan. Kemudian melihat bayangan bulan dengan kain tipis dan kaca mata hitam.
Pada hari ke-27 Ramadhan (Kamis, 28 April), bulan terbit pukul 04.04, dengan bayangan bulan tampak bersusun tiga, dan pada hari ke-28 (Jumat, 29 Mei) bulan terbit pukul 04.48 dengan bayangan bulan bersusun dua.
Baca juga: MUI Sebut Pemerintah Wajib Fasilitasi Perjalanan Arus Mudik dan Balik Lebaran
"Berarti bulan masih terbit satu kali lagi di hari Sabtu 30 April, meskipun sudah sangat sulit dilihat secara kasat mata. Seperti halnya dengan sulitnya melihat bulan baru yang terbit di Barat. Hal ini hanya bisa dideteksi dengan alat bantu teknologi aplikasi yang tentunya tidak bisa kita nafikkan," jelasnya.
Untuk hari ke-29 Ramadhan (Sabtu 30 Mei), bulan masih terbit di ufuk timur sekitar pukul 05.30, meskipun sulit terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, lanjutnya, selama bulan lebih dulu terbit di timur daripada matahari, itu artinya masih bulan tua Ramadhan dan masih diwajibkan berpuasa.
"Kemudian, untuk mengetahui bulan baru, kami melihat ke barat. Jika matahari lebih dulu terbenam daripada bulan, itu artinya sudah bulan baru, sekali pun selisihnya hanya beberapa menit atau derajat saja," bebernya.
Pada hari ke-27 Ramadhan (Kamis, 28 April), bulan terbit pukul 04.04, dengan bayangan bulan tampak bersusun tiga, dan pada hari ke-28 (Jumat, 29 Mei) bulan terbit pukul 04.48 dengan bayangan bulan bersusun dua.
Baca juga: MUI Sebut Pemerintah Wajib Fasilitasi Perjalanan Arus Mudik dan Balik Lebaran
"Berarti bulan masih terbit satu kali lagi di hari Sabtu 30 April, meskipun sudah sangat sulit dilihat secara kasat mata. Seperti halnya dengan sulitnya melihat bulan baru yang terbit di Barat. Hal ini hanya bisa dideteksi dengan alat bantu teknologi aplikasi yang tentunya tidak bisa kita nafikkan," jelasnya.
Untuk hari ke-29 Ramadhan (Sabtu 30 Mei), bulan masih terbit di ufuk timur sekitar pukul 05.30, meskipun sulit terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, lanjutnya, selama bulan lebih dulu terbit di timur daripada matahari, itu artinya masih bulan tua Ramadhan dan masih diwajibkan berpuasa.
"Kemudian, untuk mengetahui bulan baru, kami melihat ke barat. Jika matahari lebih dulu terbenam daripada bulan, itu artinya sudah bulan baru, sekali pun selisihnya hanya beberapa menit atau derajat saja," bebernya.
Lihat Juga :