DIY Masih Butuh APD untuk Tenaga Medis Dalam Jumlah Besar
Jum'at, 19 Juni 2020 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Mewakili Gubernur DIY, Umar mengucapkan terima kasih atas segala dukungan semua pihak yang diarahkan untuk meringankan beban penanganan COVID-19 ini.
“Kami yakin apa yang Yayasan Rumah kita dan PT Sampoerna lakukan di Yogyakarta ini akan semakin menguatkan teman-teman medis dan paramedis untuk bekerja semakin baik dalam rangka mengurangi dampak negatif," ucap Umar dikutip dari siaran pers yang diterima SINDOnews.
Secara khusus Umar berpesan kepada seluruh masyarakat DIY untuk senantiasa bergotong royong mengatasi Pandemi COVID-19 ini. Harapanya musibah ini cepat berlalu. "Marilah kita berdoa semoga kita semua diberi kekuatan dan saling gotong royong untuk menangani pandemi ini," ujarnya.
Kepala Departmen Hubungan Regional PT Sampoerna, Kukuh Dwi Tristanto menyebut DIY adalah lokasi strategis dan mejadi mitra utama Sampoerna. Di Kota ini ada sekitar 5000 pegawai yang memproduksi sigaret.
"Kami berarap semoga bantuan ini bisa memberikan penguatan kepada petugas medis yang menjadi garda depan dalam upaya menanggulangi pandemi COVID-19," ujarnya.
“Kami yakin apa yang Yayasan Rumah kita dan PT Sampoerna lakukan di Yogyakarta ini akan semakin menguatkan teman-teman medis dan paramedis untuk bekerja semakin baik dalam rangka mengurangi dampak negatif," ucap Umar dikutip dari siaran pers yang diterima SINDOnews.
Secara khusus Umar berpesan kepada seluruh masyarakat DIY untuk senantiasa bergotong royong mengatasi Pandemi COVID-19 ini. Harapanya musibah ini cepat berlalu. "Marilah kita berdoa semoga kita semua diberi kekuatan dan saling gotong royong untuk menangani pandemi ini," ujarnya.
Kepala Departmen Hubungan Regional PT Sampoerna, Kukuh Dwi Tristanto menyebut DIY adalah lokasi strategis dan mejadi mitra utama Sampoerna. Di Kota ini ada sekitar 5000 pegawai yang memproduksi sigaret.
"Kami berarap semoga bantuan ini bisa memberikan penguatan kepada petugas medis yang menjadi garda depan dalam upaya menanggulangi pandemi COVID-19," ujarnya.
Lihat Juga :