Mengungkap Masa Kecil Gajahmada Melalui Situs Sitinggil Lamongan
Jum'at, 19 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Priyo menambahkan, cerita lokal masyarakat Modo seringkali mengidentikkan keberadaan wilayah mereka dengan nama besar Patih Gajah Mada sewaktu masih remaja ketika masih tinggal di wilayah itu. "Semoga ke depan ada cukup penelitian yang memadai sehingga dapat diperoleh penjelasan yang lebih rinci," harapnya.
Dalam kesempatan yang sama saat berkunjung ke Situs Sitinggil ini, Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendy mengaku kagum dengan keberadaan situs Sitinggil ini. Situs Sitinggil ini, menurut Yuhronur, bukanlah situs purbakala biasa layaknya bangunan candi tapi sebuah bangunan peninggalan masa megalitik. "Kita datang ke situs Sitinggil ini untuk bersama-sama berdiskusi, saling berbagi informasi, mengamati, juga merencanakan upaya pelestarian situs ini," katanya.
Yuhronur menambahkan, Situs Sitinggil ini sudah termasuk dalam situs cagar budaya yang telah terdata dan dilindungi. Hal ini, dibuktikan dengan adanya juru pelihara yang ditetapkan dari BPCB Trowulan Jatim. Situs Sitinggil, kata Yuhronur, adalah bangunan punden berundak masa megalitik yang juga diyakini sebagai tempat Gajah Mada kecil atau Joko Modo menggembala hewan ternaknya. "Bentuknya yang memang punden berundak dan bahannya yang terbuat dari batu-batu alami tanpa pengerjaan atau handmade semakin menguatkan kalau ini adalah situs megalitik," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama saat berkunjung ke Situs Sitinggil ini, Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendy mengaku kagum dengan keberadaan situs Sitinggil ini. Situs Sitinggil ini, menurut Yuhronur, bukanlah situs purbakala biasa layaknya bangunan candi tapi sebuah bangunan peninggalan masa megalitik. "Kita datang ke situs Sitinggil ini untuk bersama-sama berdiskusi, saling berbagi informasi, mengamati, juga merencanakan upaya pelestarian situs ini," katanya.
Yuhronur menambahkan, Situs Sitinggil ini sudah termasuk dalam situs cagar budaya yang telah terdata dan dilindungi. Hal ini, dibuktikan dengan adanya juru pelihara yang ditetapkan dari BPCB Trowulan Jatim. Situs Sitinggil, kata Yuhronur, adalah bangunan punden berundak masa megalitik yang juga diyakini sebagai tempat Gajah Mada kecil atau Joko Modo menggembala hewan ternaknya. "Bentuknya yang memang punden berundak dan bahannya yang terbuat dari batu-batu alami tanpa pengerjaan atau handmade semakin menguatkan kalau ini adalah situs megalitik," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :