Kasus Polisi Pukul Mahasiswa di Enrekang Berakhir Damai
Kamis, 14 April 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, insiden pemukulan ini terjadi di tengah demonstrasi yang dilakukan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang pada Senin 11 April 2022.
Pemukulan itu bermula saat ratusan demonstran hendak membakar ban bekas. Upaya tersebut dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi saling dorong hingga terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum polisi.
Baca juga:Demo 11 April, Mahasiswa Mulai Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo
Atas kejadian tersebut, Kapolres Enrekang mewakili seluruh anggotanya berharap, ke depannya kedamaian dan keamanan selalu tercipta.
"Sesuai juga imbauan Kapolri, menekankan kepada seluruh personel yang melaksanakan pengamanan unjuk rasa agar tetap mengutamakan sikap humanis, Persaudaraan terhadap saudara-saudara yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum," pungkas Kapolres .
Kendati demikian, keputusan damai yang dilakukan korban disesalkan perwakilan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang, Muhammad Izwan. Ia mengaku, korban yang juga merupakan Ketua BEM sama sekali tidak menghargai Aliansi yang bertanggung jawab atas aksi 11 April. Apalagi upaya damai sama sekali tidak melibatkan Aliansi.
Pemukulan itu bermula saat ratusan demonstran hendak membakar ban bekas. Upaya tersebut dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi saling dorong hingga terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum polisi.
Baca juga:Demo 11 April, Mahasiswa Mulai Kepung Kantor Wali Kota dan DPRD Palopo
Atas kejadian tersebut, Kapolres Enrekang mewakili seluruh anggotanya berharap, ke depannya kedamaian dan keamanan selalu tercipta.
"Sesuai juga imbauan Kapolri, menekankan kepada seluruh personel yang melaksanakan pengamanan unjuk rasa agar tetap mengutamakan sikap humanis, Persaudaraan terhadap saudara-saudara yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum," pungkas Kapolres .
Kendati demikian, keputusan damai yang dilakukan korban disesalkan perwakilan Aliansi Pemuda Mahasiswa (APM) Enrekang, Muhammad Izwan. Ia mengaku, korban yang juga merupakan Ketua BEM sama sekali tidak menghargai Aliansi yang bertanggung jawab atas aksi 11 April. Apalagi upaya damai sama sekali tidak melibatkan Aliansi.
Lihat Juga :