Survei MC Matrix: Dedi Mulyadi dan Susi Pudjiastuti Penantang Potensial untuk Ridwan Kamil

Kamis, 14 April 2022 - 07:31 WIB
loading...
A A A
Tingginya angka elektabilitas Ridwan Kamil ini sejalan dengan dengan tingkat kepuasan publik Jabar. Secara umum,70.68 persen publik menilai perkembangan Jabar, selama hampir lima tahun di bawah kepimpinan Ridwan Kamil, semakin baik. Sedangkan terhadap kinerja pemerintah Jabar, saat ini tingkat kepuasan mencapai 65.45 persen.

Baca juga: Hilang usai Jalan dengan Pacar Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Dibunuh Pakai Benda Tumpul

Sayangnya, angka tingkat kepuasan itu tidak terdistribusi atau tidak mampu dikapitalisasi oleh UU. Ini dapat dilihat dari gap antara angka elektabilitas di antara petahana Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, RK dan UU. Angka RK mencapai 42.05 persen. Sedangkan UU, 0.68 persen. Kendati demikian, bukan berarti bahwa RK dapat dengan mulus untuk memenangkan Pilgub Jawa Barat.

Alasannya, saat ini RK tidak memiliki partai. Sebaliknya, UU adalah kader partai dan sudah menggenggam separuh tiket dukungan dari partai dia berasal. "Ini berangkat dari studi kasus inkumben di sebuah kabuapten di Maluku Utara. Di mana pada Pilkada 2020, dia tidak mendapatkan tiket. Padahal angkanya elektabiltas tembus hingga 40 persen. Dalam kasus seperti ini Ridwan Kamil harus hati-hati. Mengingat ada fatsun di politik bahwa, kandidat terkuat potensial akan menjadi musuh bersama bagi kompetitor lainnya. dan itu dimulai saat musim berburu tiket," terangnya.

Kejutan lainnya, sambung Wildan yang juga akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia, mengenai elektabilitas KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurraham, dan Airin Rachmi Diany dalam survei tersebut.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Rombongan KSAD di Papua yang Mengakibatkan 1 Perwira POM AD Meninggal

Meskipun kecil, Kata Wildan, untuk kedua nama tersebut, sama persis dengan kondisi yang didapati oleh Susi. KSAD dan mantan Wali Kota Tangerang Selatan tidak berpacu dalam rel kontestasi Pilgub Jabar. Keduanya mendapat angka elektabiltas lantaran kerja profesional mereka di bidang masing-masing.

"Keduanya juga berasal dari Jabar. Jadi kerja profesional mereka berbuah elektoral. Pertanyaan lanjutan, apakah angka elektoral itu mereka mau konversi menjadi dukungan? Ini akan dijawab oleh keduanya," ungkap Wildan.

Survei dilaksanakan 24 Maret-5 April 2022 di seluruh kabupaten dan kota di Jabar. Jumlah responden 440 orang yang sudah memiliki hak pilih, atau yang sudah menikah. Jumlah sebaran sampel responden sangat bergantung pada jumlah DPT kabupaten dan kota di Jabar.

Teknik pencuplikan menggunakan metodologi multistage random sampling (acak berjenjaang). Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error sekitar 4,77 persen. Menggunakan enumerator terlatih. Serta memperhatikan kualitas data dengan spot check sebanyak 20 persen dari jumlah responden.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2367 seconds (10.177#12.26)