Kemensos Bantu Anak Yatim Piatu Penderita Tumor Abdomen di Sinjai
Jum'at, 01 April 2022 - 09:40 WIB
loading...
Kemensos RI melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial dan Balai Toddopuli bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada anak yatim piatu di Sinjai. Foto/Istimewa
A
A
A
SINJAI - Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial dan Balai Toddopuli di Makassar segera melakukan respons kasus terhadap Nur Haizah (NH), anak yatim piatu penderita Tumor Abdomen (Tumor Perut) di RSUD Sinjai .
Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Pekerja Sosial, diketahui bahwa NH (9 th) telah menjadi yatim piatu sejak tahun 2019. Ibu Kandung NH meninggal akibat penyakit infeksi lambung yang dideritanya.
Sebulan setelah kepergian ibunya, ayahnya meninggal dunia diduga karena penyakit radang paru. Sepeninggal orang tuanya, NH diasuh oleh nenek dari keluarga ayahnya.
Baca Juga: Mensos Paparkan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kongres Kewirausahaan Global
Penyakit Tumor Abdomen ini baru diketahui oleh pihak keluarga setelah NH dirujuk ke RSUD Sinjai. Nenek NH menceritakan bahwa pada pertengahan Maret 2022, cucunya mengeluhkan kram dan rasa nyeri di sekitar perut.
Olehnya itu, ia segera membawa NH ke Puskesmas Pembantu Lappae untuk berobat, seminggu kemudian kondisi NH masih sama dan mengalami demam tinggi, pihak keluarga kemudian membawa kembali ke Pustu Lappae dan menjalani rawat inap. Karena kondisi anak tak kunjung membaik, akhirnya NH dirujuk ke RSUD Sinjai untuk menjalani pengobatan lanjutan.
Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Pekerja Sosial, diketahui bahwa NH (9 th) telah menjadi yatim piatu sejak tahun 2019. Ibu Kandung NH meninggal akibat penyakit infeksi lambung yang dideritanya.
Sebulan setelah kepergian ibunya, ayahnya meninggal dunia diduga karena penyakit radang paru. Sepeninggal orang tuanya, NH diasuh oleh nenek dari keluarga ayahnya.
Baca Juga: Mensos Paparkan Inovasi Pemberdayaan Kelompok Rentan di Kongres Kewirausahaan Global
Penyakit Tumor Abdomen ini baru diketahui oleh pihak keluarga setelah NH dirujuk ke RSUD Sinjai. Nenek NH menceritakan bahwa pada pertengahan Maret 2022, cucunya mengeluhkan kram dan rasa nyeri di sekitar perut.
Olehnya itu, ia segera membawa NH ke Puskesmas Pembantu Lappae untuk berobat, seminggu kemudian kondisi NH masih sama dan mengalami demam tinggi, pihak keluarga kemudian membawa kembali ke Pustu Lappae dan menjalani rawat inap. Karena kondisi anak tak kunjung membaik, akhirnya NH dirujuk ke RSUD Sinjai untuk menjalani pengobatan lanjutan.
Lihat Juga :