BST Cair, Ribuan Warga Surabaya Kaget Tiba-tiba Terima Bantuan
Kamis, 08 Oktober 2020 - 23:39 WIB
loading...
Warga Surabaya Antusias Terima Bantuan Sosial Tunai dari Pemerintah melalui Kantor Pos, Surabaya, Rabu (7/10). Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Warga Surabaya mengaku sangat terbantu dengan adanya Bantuan Sosial Tunai (BST) yang mereka terima setiap bulan. Sebagian besar dari mereka mengaku kaget mendapat bantuan karena sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.
Salah satunya, Eka Yulianti (40) yang mengaku selama ini belum mendapat bantuan beras dari pemerintah, tetapi ketika pandemi dirinya diberi kabar oleh pihak RT mendapat bantuan BST. (Baca juga: Risma Marahi Pendemo Rusuh di Depan Gedung Grahadi yang Rusak Kota Surabaya )
"Awalnya pencairannya setiap 2 bulanan, waktu itu sebesar Rp1,2 juta tetapi katanya tidak seterusnya. Alhamdulillah, saat ini malah diberi setiap bulan sampai Desember," ungkap Eka, ibu 3 orang anak ini yang sehari-hari berdagang makanan kecil.
(Baca juga : Demonstran Kacaukan Kawasan Menteng, Dua Mobil Dibakar )
Tak hanya Eka, Jumali pun mengaku sangat terbantu apalagi penghasilannya sebagai juru parkir musiman berkurang drastis."Kami cukup terbantu, apalagi saat awal-awal corona," kenangnya saat berada di Kantor Pos Surabaya Pusat, Kebunrojo Surabaya, Rabu (7/10).
Saat ini, Di Jatim BST yang berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini sudah dicairkan hingga Oktober mencapai Rp422,31 miliar dengan jumlah 1.407.701 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah itu, penerima BST terbanyak adalah Surabaya dengan jumlah 225.255 KPM dengan nilai total Rp67,57 miliar. (Baca juga: Waspadai Pemutih Kulit yang Tak Miliki Izin BPOM )
Sedangkan alokasi beras yang disalurkan di Jatim sebanyak 77,82 juta kilogram (kg) untuk 1.729.485 KPM Program Keluarga Harapan (PKH). Realisasi penyaluran beras dari gudang Bulog saat ini mencapai 47% atau sebanyak 36,95 juta kg. Sedangkan berdasarkan data transporter, bansos beras yang sudah didistribusikan ke KPM PKH sebanyak 29,90 juta kg (80,91%).
Salah satunya, Eka Yulianti (40) yang mengaku selama ini belum mendapat bantuan beras dari pemerintah, tetapi ketika pandemi dirinya diberi kabar oleh pihak RT mendapat bantuan BST. (Baca juga: Risma Marahi Pendemo Rusuh di Depan Gedung Grahadi yang Rusak Kota Surabaya )
"Awalnya pencairannya setiap 2 bulanan, waktu itu sebesar Rp1,2 juta tetapi katanya tidak seterusnya. Alhamdulillah, saat ini malah diberi setiap bulan sampai Desember," ungkap Eka, ibu 3 orang anak ini yang sehari-hari berdagang makanan kecil.
(Baca juga : Demonstran Kacaukan Kawasan Menteng, Dua Mobil Dibakar )
Tak hanya Eka, Jumali pun mengaku sangat terbantu apalagi penghasilannya sebagai juru parkir musiman berkurang drastis."Kami cukup terbantu, apalagi saat awal-awal corona," kenangnya saat berada di Kantor Pos Surabaya Pusat, Kebunrojo Surabaya, Rabu (7/10).
Saat ini, Di Jatim BST yang berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini sudah dicairkan hingga Oktober mencapai Rp422,31 miliar dengan jumlah 1.407.701 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah itu, penerima BST terbanyak adalah Surabaya dengan jumlah 225.255 KPM dengan nilai total Rp67,57 miliar. (Baca juga: Waspadai Pemutih Kulit yang Tak Miliki Izin BPOM )
Sedangkan alokasi beras yang disalurkan di Jatim sebanyak 77,82 juta kilogram (kg) untuk 1.729.485 KPM Program Keluarga Harapan (PKH). Realisasi penyaluran beras dari gudang Bulog saat ini mencapai 47% atau sebanyak 36,95 juta kg. Sedangkan berdasarkan data transporter, bansos beras yang sudah didistribusikan ke KPM PKH sebanyak 29,90 juta kg (80,91%).
Lihat Juga :