Heboh 2 Pria Bully Remaja di Bandung, Dipukul Botol hingga Menangis
Sabtu, 27 April 2024 - 16:06 WIB
loading...
Korban menangis setelah kepalanya dipukul dengan botol. Foto/Tangkapan Layar
A
A
A
BANDUNG - Video dua pria merundung seorang remaja disiarkan langsung atau live viral di media sosial (medsos). Korban dicaci maki dengan kata-kata kasar dalam bahasa Sunda dan dipukuli sampai menangis.
Informasi menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.
Dalam video yang beredar di medsos, terdengar pelaku menghardik korban dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa Sunda. Para pelaku meminta korban membuka pesan WhatsApp.
Baca Juga: Viral! Jasa Bully Medsos Dikelola Mahasiswa Psikologi Cumlaude, Begini Detail Layanannya
Namun, korban mengaku tidak bisa membuka pesan WhatsApp. Pelaku kesal karena korban melawan. Kemudian, pelaku memukul kepala korban dengan botol. Korban kesakitan lalu menangis histeris.
Dalam video lain, pelaku melakukan siaran secara live di Tiktok mengaku memiliki paman seorang jenderal dan menyebutkan nama seseorang. Pelaku live Tiktok sambil makan mie bersama beberapa temannya.
Dia mengaku tidak pernah meminta tolong kepada pamannya yang jenderal. Pelaku mengaku tidak takut jika harus masuk penjara.
Informasi menyebutkan peristiwa itu terjadi di wilayah Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.
Dalam video yang beredar di medsos, terdengar pelaku menghardik korban dengan kata-kata kasar menggunakan bahasa Sunda. Para pelaku meminta korban membuka pesan WhatsApp.
Baca Juga: Viral! Jasa Bully Medsos Dikelola Mahasiswa Psikologi Cumlaude, Begini Detail Layanannya
Namun, korban mengaku tidak bisa membuka pesan WhatsApp. Pelaku kesal karena korban melawan. Kemudian, pelaku memukul kepala korban dengan botol. Korban kesakitan lalu menangis histeris.
Dalam video lain, pelaku melakukan siaran secara live di Tiktok mengaku memiliki paman seorang jenderal dan menyebutkan nama seseorang. Pelaku live Tiktok sambil makan mie bersama beberapa temannya.
Dia mengaku tidak pernah meminta tolong kepada pamannya yang jenderal. Pelaku mengaku tidak takut jika harus masuk penjara.
Lihat Juga :