9 Tahun Menetap di Pekanbaru, 21 Pengungsi Afghanistan dan Myanmar Dipindah ke AS

Selasa, 29 Maret 2022 - 13:55 WIB
loading...
9 Tahun Menetap di Pekanbaru,...
Ilustrasi pengungsi Afganistan. Foto: Istimewa
A A A
PEKANBARU - Sebanyak 21 pengungsi asal Afghanistan dan Myanmar di Pekanbaru, Riau, dipindahkan ke Amerika Serikat (AS). Para pengungsi ini sudah berada di Pekanbaru selama 8-9 tahun.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau Mhd Jahari Sitepu menyampaikan, status refugee tidak memberi hak otomatis akan mendapatkan negara penerima (resettlement).

Menurutnya, resettlement sangat terbatas dan pemberian negara ketiga biasanya menunggu waktu tunggu yang lama.

"Setelah menunggu dengan rata-rata waktu 8-9 tahun, 21 pengungsi di Pekanbaru akan menjalani resettlement ke Amerika Serikat. Proses resettlement dimulai dari interview resettlement dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees)," katanya, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Pengungsi Afghanistan Diamankan saat Jadi Kuli Bangunan di Sengkang

Setelah melalui proses interview, selanjutnya profil refugee akan disubmit ke negara ketiga. Lalu interview oleh negara ketiga, dan jika dterima akan dilakukan medical check, dilanjutkan dengan diberangkatkan ke negara ketiga.

"Indonesia adalah salah satu negara yang sering menjadi negara transit pencari suaka dan pengungsi luar negeri (LN). Pada dasarnya pengungsi (refugee) hanya singgah sementara di negara transit," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Cardea Resmi Hadirkan Fasilitas Pilates dan Fisioterapi Terpadu di Pekanbaru
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Rekomendasi
Kondisi Jalur Distribusi...
Kondisi Jalur Distribusi Membaik, Penyaluran BBM di Sumatera Barat Kembali Stabil
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
VISION+ Perkenalkan...
VISION+ Perkenalkan First Look My Chef in Crime, Sintya Marisca Siap Beraksi
Berita Terkini
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
Rano Karno Kaget Nobar...
Rano Karno Kaget Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng Dihadiri Hampir 14 Ribu Warga
Semarak Nobar Spanyol...
Semarak Nobar Spanyol vs Argentina di Senayan Park
Ribuan Warga Mulai Padati...
Ribuan Warga Mulai Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng
Jambret Bercelurit Ditangkap...
Jambret Bercelurit Ditangkap Petugas Dishub di CFD Rasuna Said, 1 Pelaku Kabur
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved