Misteri Nisan Abad 15 Penyebar Pertama Agama Islam di Malang Raya
Selasa, 01 April 2025 - 08:25 WIB
loading...
Sejarawan Najib Jauhari melihat Al-Qur’an dan naskah kuno di Museum Sejarah Universitas Negeri Malang. Foto: Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - Islam konon masuk ke Malang Raya sejak abad 15 Masehi selepas Kerajaan Majapahit meredup. Saat itu bersamaan dengan mulai melunturnya pengaruh Kerajaan Majapahit dan kian berkembangnya Kesultanan Demak.
Wali Songo yang jadi penyebar agama Islam juga mulai tampak mengambil perannya dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Periode awal masuknya Islam di Malang Raya ditandai penemuan batu nisan di daerah Ngantang yang diidentifikasikan sebagai salah satu tokoh penyebar islam.
Baca juga: Profil Karaeng Galesong, Putra Sultan Hasanuddin yang Membantu Perlawanan Rakyat Jawa Terhadap Belanda
Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Najib Jauhari mengatakan, batu nisan itu diidentikkan dengan Situs Pandarejo di mana oleh masyarakat dikenal sebagai makam Mbah Sentana di Dusun Gagar, Desa Pandarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
"Punden ini berupa timbunan batu kali setinggi 0,79 meter dengan nisan kepala dan kaki dari batu andesit berorientasi utara-selatan. Makam tersebut terletak di dataran tinggi, di bawah sebuah pohon besar yang dikenal sebagai pohon prih ficus relegiosa," ujar Najib Jauhari, Selasa (1/4/2025).
Wali Songo yang jadi penyebar agama Islam juga mulai tampak mengambil perannya dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Periode awal masuknya Islam di Malang Raya ditandai penemuan batu nisan di daerah Ngantang yang diidentifikasikan sebagai salah satu tokoh penyebar islam.
Baca juga: Profil Karaeng Galesong, Putra Sultan Hasanuddin yang Membantu Perlawanan Rakyat Jawa Terhadap Belanda
Sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Najib Jauhari mengatakan, batu nisan itu diidentikkan dengan Situs Pandarejo di mana oleh masyarakat dikenal sebagai makam Mbah Sentana di Dusun Gagar, Desa Pandarejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
"Punden ini berupa timbunan batu kali setinggi 0,79 meter dengan nisan kepala dan kaki dari batu andesit berorientasi utara-selatan. Makam tersebut terletak di dataran tinggi, di bawah sebuah pohon besar yang dikenal sebagai pohon prih ficus relegiosa," ujar Najib Jauhari, Selasa (1/4/2025).
Lihat Juga :