Terlilit Utang, Seorang Ibu di Salatiga Nekat Hendak Jual Ginjal
Senin, 13 April 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
"Waktu itu, saya jadi reseller sebuah perusahaan penjual berbagai produk barang. Tapi banyak pembeli yang tidak membayar dan itu menjadi tanggungan saya. Akhirnya saya pinjam uang di sebuah koperasi di Ungaran (Kabupaten Semarang) sebesar Rp16 juta dengan agunan sertifikat rumah orang tua saya. Sekarang saya tidak bisa melunasinya dan besok Selasa (14/4/2020) rumah akan disita," ujarnya.
Dia mengaku, selain untuk membayar tanggungan atas penjualan barang yang tidak dibayar oleh pembeli, dia utang untuk mencukupi kehidupan sehari-sehari. Sebab semenjak dirinya berhenti bekerja di pabrik, dirinya tidak memiliki penghasilan tetap.
"Dulu saya bekerja di pabrik. Tapi pembayaran gaji sering molor dan lembur tidak dibayar, akhirnya saya memilih ke luar. Sekarang saya kerja jadi pembantu rumah tangga. Itu pun tidak setiap hari saya bisa kerja karena majikan bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri," ucapnya.
Mendapati aduan warganya, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit berjanji membantu meringankan beban semampunya. "Pertama saya ikut prihatin, tetapi kepada Mbak Mei tolong jangan sampai menjual ginjal karena konsekuensinya besar," ucapnya.
Dance menyatakan, secara resmi DPRD Kota Salatiga akan berkirim surat kepada pihak koperasi yang ada di Ungaran agar memberikan keringanan kepada Mei, terlebih di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) perokonomian sedang terpuruk. "Surat segera saya layangkan ke koperasi. Sambil mencari jalan keluar lain yang bersangkutan saya minta mendaftarkan diri dalam program pemerintah melalui Kartu Prakerja," katanya.
Dia mengaku, selain untuk membayar tanggungan atas penjualan barang yang tidak dibayar oleh pembeli, dia utang untuk mencukupi kehidupan sehari-sehari. Sebab semenjak dirinya berhenti bekerja di pabrik, dirinya tidak memiliki penghasilan tetap.
"Dulu saya bekerja di pabrik. Tapi pembayaran gaji sering molor dan lembur tidak dibayar, akhirnya saya memilih ke luar. Sekarang saya kerja jadi pembantu rumah tangga. Itu pun tidak setiap hari saya bisa kerja karena majikan bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri," ucapnya.
Mendapati aduan warganya, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit berjanji membantu meringankan beban semampunya. "Pertama saya ikut prihatin, tetapi kepada Mbak Mei tolong jangan sampai menjual ginjal karena konsekuensinya besar," ucapnya.
Dance menyatakan, secara resmi DPRD Kota Salatiga akan berkirim surat kepada pihak koperasi yang ada di Ungaran agar memberikan keringanan kepada Mei, terlebih di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) perokonomian sedang terpuruk. "Surat segera saya layangkan ke koperasi. Sambil mencari jalan keluar lain yang bersangkutan saya minta mendaftarkan diri dalam program pemerintah melalui Kartu Prakerja," katanya.
(abd)
Lihat Juga :