Terlilit Utang, Seorang Ibu di Salatiga Nekat Hendak Jual Ginjal
Senin, 13 April 2020 - 19:10 WIB
loading...
Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit saat menerima keluh kesah warga Tingkir yang nekat hendak menjual ginjalnya karena terlilit utang. Foto/SINDOnews/Angga Rosa
A
A
A
SALATIGA - Mei (33), warga Tingkir, Kota Salatiga nekat hendak menjual ginjalnya lantaran bingung tidak memiliki uang untuk melunasi utang di sebuah koperasi di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang yang telah jatuh tempo pada 17 Maret 2020 lalu. Sebab jika utang tersebut tidak dilunasi, maka rumah orang tuanya yang dijadikan jaminan akan disita oleh pihak koperasi.
Selain itu, wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga paruh waktu ini juga sudah memiliki sejumlah utang di lingkungan tempat tinggalnya yang juga harus segera dilunasi. Karena pikiran sudah buntu dan tidak memiliki solusi untuk melunasi piutangnya, akhirnya dia memutuskan untuk menjual ginjalnya.
Bahkan ibu rumah tangga ini, telah meminta kepada wartawan untuk membantu mengiklankan bahwa dirinya hendak menjual ginjal. Namun Mei diminta untuk mengurungkan niatnya dan mencari solusi lain.
"Utang saya di koperasi tinggal Rp6 juta dari total Rp16 juta serta simpan pinjam RT dan lainnya. Total utang saya sekarang lebih dari Rp20 juta. Saya tidak mampu mencari uang sebanyak itu dan rumah orang tua akan disita. Karena tidak punya solusi, saya berniat menjual ginjal," katanya kepada wartawan saat berkeluh kesah dengan Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit di Kantor DPRD, Senin (13/4/2020).
Dia menjelaskan, dirinya terjerat utang setelah usahanya bangkrut lantaran banyak konsumen yang tidak membayar. Akhirnya dia meminjam uang di koperasi untuk membayar barang-barang yang dibeli konsumen ke distributor.
Selain itu, wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga paruh waktu ini juga sudah memiliki sejumlah utang di lingkungan tempat tinggalnya yang juga harus segera dilunasi. Karena pikiran sudah buntu dan tidak memiliki solusi untuk melunasi piutangnya, akhirnya dia memutuskan untuk menjual ginjalnya.
Bahkan ibu rumah tangga ini, telah meminta kepada wartawan untuk membantu mengiklankan bahwa dirinya hendak menjual ginjal. Namun Mei diminta untuk mengurungkan niatnya dan mencari solusi lain.
"Utang saya di koperasi tinggal Rp6 juta dari total Rp16 juta serta simpan pinjam RT dan lainnya. Total utang saya sekarang lebih dari Rp20 juta. Saya tidak mampu mencari uang sebanyak itu dan rumah orang tua akan disita. Karena tidak punya solusi, saya berniat menjual ginjal," katanya kepada wartawan saat berkeluh kesah dengan Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit di Kantor DPRD, Senin (13/4/2020).
Dia menjelaskan, dirinya terjerat utang setelah usahanya bangkrut lantaran banyak konsumen yang tidak membayar. Akhirnya dia meminjam uang di koperasi untuk membayar barang-barang yang dibeli konsumen ke distributor.
Lihat Juga :