Tembak Jatuh 25 Drone Liar di Sirkuit MotoGP Mandalika, Ini Kehebatan Skuadron Korps Brimob

Sabtu, 19 Maret 2022 - 18:39 WIB
loading...
A A A
Hal itu dilakukan untuk dicocokkan, apakah terdaftar sebagai drone yang telah mengantongi izin resmi dari pihak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC) dan aparat atau tidak. Jika tidak berizin, maka drone tersebut segera dilumpuhkan.

Caranya, setelah radar mengetahui posisi drone, maka pasukan Reldo segera mengeluarkan alat pengacak sinyal (anti drone jamming) ke unit yang dimaksud. Dengan memanfaatkan teknologi sinyal gelombang elektromagnetik, alat jamming tersebut bekerja untuk melakukan dua penindakan.

Pertama, memutus sinyal antara pengendali jarak jauh (remote control) drone dengan unitnya, agar benda terbang dengan 4-8 baling-baling itu kembali kepada pemiliknya. Atau jika memakai alat yang mampu membuat sistem global positioning system (GPS) drone tersebut hilang atau terputus, maka pesawat akan dipandu untuk langsung mendarat (landing) di titik terdekat di darat.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Gegerkan Palangkaraya, Tersangkut Jaring Ikan di Sungai Kahayan

Drone tersebut kemudian akan diamankan sementara, sambil aparat membuka komunikasi dengan pemiliknya agar segera diambil. "Kami tidak pandang bulu, meskipun ada drone milik panitia MotoGP terbang dan tidak dapat izin dari kami, maka kami akan langsung melakukan penindakan karena ini sesuai dengan SOP kami di kepolisian," ungkapnya.

Bukan kali ini saja tim ini bertugas, mereka juga telah diminta oleh Polda NTB untuk melakukan kegiatan sejenis sejak perhelatan World Superbike, pada November 2021, dan tes resmi pramusim MotoGP, pada Februari 2022 di lokasi yang sama, Sirkuit Mandalika.

Mereka juga kerap dilibatkan untuk berbagai kegiatan pengamanan udara terbatas, khususnya dalam hal menjinakkan drone seperti aksi demonstrasi di sejumlah tempat di Jakarta, acara-acara khusus yang memakai kawasan Monumen Nasional sebagai lokasinya, atau dalam beberapa operasi penegakan hukum di Papua.
(eyt)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1456 seconds (10.177#12.26)