Gubernur Sultra Akhirnya Setuju Kedatangan 500 TKA China
Selasa, 16 Juni 2020 - 16:58 WIB
loading...
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi. Foto/iNewsTV/ Febriyanto Tamenk
A
A
A
KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi akhirnya berubah pikiran menyetujui kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China, setelah beberapa bulan lalu bersikap menolak.
Sementara DPRD Sultra, belum setuju dan meminta perusahaan tempat ratusan TKA itu dievaluasi. (Baca juga: Rencana Kedatangan 500 TKA China Melukai Perasaan Publik )
Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Gubernur Ali Mazi menolak kedatangan 500 TKA asal China yang akan bekerja di kawasan industri Smelter Virtu Dragon Nikel Industri atau VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Namun saat ini, sikap penolakan itu berubah. Gubernur Sultra Ali Mazi, telah menyatakan setuju dengan kedatangan 500 TKA China itu.
“Saya tidak pernah menolak kedatangan 500 TKA China. Namun hanya menunda karena saat itu menjelang bulan suci Ramadhan,” kata Ali Mazi di Gedung DPRD Sultra, Senin (15/6/2020) sore.
Ali Mazi menyebut 500 TKA China ini datang untuk bekerja sebagai tenaga ahli di Kawasan Industri Smelter VDNI. Semua syaratnya telah dipenuhi perusahaan.
Situasi pandemi COVID-19, tidak menjadi alasan untuk terus menolak kedatangan 500 TKA China, namun pertimbangannya adalah situasi ekonomi. Apalagi saat ini telah memasuki new normal.
Sementara DPRD Sultra, belum setuju dan meminta perusahaan tempat ratusan TKA itu dievaluasi. (Baca juga: Rencana Kedatangan 500 TKA China Melukai Perasaan Publik )
Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Gubernur Ali Mazi menolak kedatangan 500 TKA asal China yang akan bekerja di kawasan industri Smelter Virtu Dragon Nikel Industri atau VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Namun saat ini, sikap penolakan itu berubah. Gubernur Sultra Ali Mazi, telah menyatakan setuju dengan kedatangan 500 TKA China itu.
“Saya tidak pernah menolak kedatangan 500 TKA China. Namun hanya menunda karena saat itu menjelang bulan suci Ramadhan,” kata Ali Mazi di Gedung DPRD Sultra, Senin (15/6/2020) sore.
Ali Mazi menyebut 500 TKA China ini datang untuk bekerja sebagai tenaga ahli di Kawasan Industri Smelter VDNI. Semua syaratnya telah dipenuhi perusahaan.
Situasi pandemi COVID-19, tidak menjadi alasan untuk terus menolak kedatangan 500 TKA China, namun pertimbangannya adalah situasi ekonomi. Apalagi saat ini telah memasuki new normal.
Lihat Juga :