Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang
Senin, 14 Maret 2022 - 22:54 WIB
loading...
Banjir menerjang permukiman warga di Jalan Simpang Teluk Bayur V RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (14/3/2022). Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Banjir bandang menerjang permukiman warga di Jalan Simpang Teluk Bayur V RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (14/3/2022) malam. Sebanyak tujuh warga terjebak di dua rumah, dengan kondisi banjir mencapai setinggi dua meter.
Baca juga: Kota Malang Dikepung Banjir, 7 Orang Terjebak di Dalam Rumah
Petugas gabungan dari BPBD Kota Malang, PMI, TNI, Polri, dan relawan, berupaya keras menyelamatkan tujuh warga tersebut dari kepungan banjir. Di bawah guyuran hujan lebat, dan harus menerjang arus banjir yang sangat deras, para petugas berupaya menarik perahu karet untuk mengevakuasi warga.
![Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang]()
Setelah berjibaku selama hampir satu jam, petugas gabungan akhirnya berhasil menyelamatkan tujuh warga yang terjebak banjir. Warga yang berhasil diselamatkan kondisinya nampak lemas, karena selama lebih dari tiga jam terkurung banjir dan hujan lebat.
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
Salah satu keluarga yang berhasil dievakuasi adalah Andi (31) beserta istrinya Riska (30), dan puteranya Azka yang masih berusia 3,5 tahun. Saat dievakuasi Riska kondisinya sangat lemah, karena sedang hamil delapan bulan.
Andi menuturkan, selama berjam-jam keluarganya hanya bertahan di atas kanopi karena air banjir sangat deras dan terus naik. "Airnya sangat deras dan datang sangat cepat. Saat kami makan tiba-tiba pintu jebol dan banjir langsung menggenangi rumah," tuturnya.
![Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang]()
Saat dievakuasi menggunakan perahu karet, Riska nampak begitu pucat dan kedinginan. Sambil memegangi perut dan anaknya, Riska akhirnya berhasil diselamatkan dan ditampung di salah satu rumah warga.
Baca juga: Janda Muda Otak Pembegalan Diringkus saat Berduaan dengan Teman Pria
Warga RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Abdul Rokhim (60) mengaku, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. "Awalnya hanya banjir biasa, tiba-tiba semakin membesar dan arusnya sangat deras. Ada dua keluarga yang terjebak banjir," ungkapnya.
Gudang berisi jagung milik Abdul Rokhim juga turut tergenang banjir bandang. Seluruh jagung yang akan digunakan untuk keripik tak dapat diselamatkan, karena banjir sangat deras dan datangnya sangat cepat.
![Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang]()
Petugas PMI Kota Malang, Imanuel menyebutkan, pada awalnya menerima laporan terjadi banjir di Jalan Simpang Teluk Bayur V sekitar pukul 18.30 WIB. Laporan awalnya, ada satu keluarga yang terjebak di dalam rumah, dan ibunya sedang hamil besar.
Baca juga: 2 Bocah Kembar Tewas Diseruduk Konvoi Harley Davidson, Ini Sikap Polres Ciamis
"Menerima laporan tersebut, kami langsung ke lokasi banjir bersama BPBD, TNI, Polri, dan para relawan. Sesampai di lokasi, ternyata air masih sangat tinggi dan arusnya deras. Kami lakukan pengecekan, ternyata ada dua keluarga yang terjebak banjir, jumlahnya tujuh orang," ungkapnya.
Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto menyebutkan, ada sebanyak 18 titik banjir yang terjadi di wilayah Kota Malang. "Tim kami sedang bekerja di lapangan. Titik banjir ada 18 wilayah, dan saat ini hujan masih sangat lebat, sehingga warga diimbau untuk waspada," tegasnya.
Baca juga: Kota Malang Dikepung Banjir, 7 Orang Terjebak di Dalam Rumah
Petugas gabungan dari BPBD Kota Malang, PMI, TNI, Polri, dan relawan, berupaya keras menyelamatkan tujuh warga tersebut dari kepungan banjir. Di bawah guyuran hujan lebat, dan harus menerjang arus banjir yang sangat deras, para petugas berupaya menarik perahu karet untuk mengevakuasi warga.

Setelah berjibaku selama hampir satu jam, petugas gabungan akhirnya berhasil menyelamatkan tujuh warga yang terjebak banjir. Warga yang berhasil diselamatkan kondisinya nampak lemas, karena selama lebih dari tiga jam terkurung banjir dan hujan lebat.
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
Salah satu keluarga yang berhasil dievakuasi adalah Andi (31) beserta istrinya Riska (30), dan puteranya Azka yang masih berusia 3,5 tahun. Saat dievakuasi Riska kondisinya sangat lemah, karena sedang hamil delapan bulan.
Andi menuturkan, selama berjam-jam keluarganya hanya bertahan di atas kanopi karena air banjir sangat deras dan terus naik. "Airnya sangat deras dan datang sangat cepat. Saat kami makan tiba-tiba pintu jebol dan banjir langsung menggenangi rumah," tuturnya.

Saat dievakuasi menggunakan perahu karet, Riska nampak begitu pucat dan kedinginan. Sambil memegangi perut dan anaknya, Riska akhirnya berhasil diselamatkan dan ditampung di salah satu rumah warga.
Baca juga: Janda Muda Otak Pembegalan Diringkus saat Berduaan dengan Teman Pria
Warga RT 5 RW 8 Kelurahan Pandanwangi, Abdul Rokhim (60) mengaku, banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. "Awalnya hanya banjir biasa, tiba-tiba semakin membesar dan arusnya sangat deras. Ada dua keluarga yang terjebak banjir," ungkapnya.
Gudang berisi jagung milik Abdul Rokhim juga turut tergenang banjir bandang. Seluruh jagung yang akan digunakan untuk keripik tak dapat diselamatkan, karena banjir sangat deras dan datangnya sangat cepat.

Petugas PMI Kota Malang, Imanuel menyebutkan, pada awalnya menerima laporan terjadi banjir di Jalan Simpang Teluk Bayur V sekitar pukul 18.30 WIB. Laporan awalnya, ada satu keluarga yang terjebak di dalam rumah, dan ibunya sedang hamil besar.
Baca juga: 2 Bocah Kembar Tewas Diseruduk Konvoi Harley Davidson, Ini Sikap Polres Ciamis
"Menerima laporan tersebut, kami langsung ke lokasi banjir bersama BPBD, TNI, Polri, dan para relawan. Sesampai di lokasi, ternyata air masih sangat tinggi dan arusnya deras. Kami lakukan pengecekan, ternyata ada dua keluarga yang terjebak banjir, jumlahnya tujuh orang," ungkapnya.
Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto menyebutkan, ada sebanyak 18 titik banjir yang terjadi di wilayah Kota Malang. "Tim kami sedang bekerja di lapangan. Titik banjir ada 18 wilayah, dan saat ini hujan masih sangat lebat, sehingga warga diimbau untuk waspada," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :