Role Model Kabupaten Literasi, Pemkab Maros Gelar Workshop Penulisan Buku
Senin, 14 Maret 2022 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
"Sebenarnya pojok literasi ini hanya kegiatan spontan untuk mengukur kepedulian masyarakat terhadap minat baca. Ternyata alhamdulillah, kami mendapat respon positif, terlebih Kecamatan Cenrana yang berhasil menggerakkan semua sektornya dan mengumpulkan 600 buku," beber Suhartina.
Wabup Maros yang juga merupakan Bunda Literasi Kabupaten Maros ini juga mengapresiasi bunda literasi yang ada di tiap kecamatan. Adapun agenda pelantikan akan dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Nasional sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang telah dilakukan di Kabupaten Maros
Ia juga menjelaskan enam jenis literasi yakni literasi menulis membaca, literasi numerisasi, literasi finansial, literasi sains, literasi budaya dan literasi digital. Dari keenam literasi ini, orang nomor dua di Maros itu menyebutkan, kegiatan literasi saat ini fokus pada literasi membaca dan menulis.
"Kami tetap akan menjalankan keenam literasi ini, hanya saja untuk saat ini difokuskan pada literasi membaca dan menulis. Untuk itu, kami akan menyarankan setiap sekolah bisa menghasilkan satu buku satu sekolah," sebutnya.
Karya yang dihasilkan dari aksi 'satu buku satu sekolah' akan launching serentak pada 2 Mei ke depan. Di hadapan para peserta, Suhartina mengungkap akan terjun ke sekolah-sekolah untuk berkunjung dan meninjau langsung kondisi sekolah. Terlebih memperhatikan kondisi perpustakaan dan kondisi stok buku yang ada.
Wabup Maros yang juga merupakan Bunda Literasi Kabupaten Maros ini juga mengapresiasi bunda literasi yang ada di tiap kecamatan. Adapun agenda pelantikan akan dilakukan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Nasional sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang telah dilakukan di Kabupaten Maros
Ia juga menjelaskan enam jenis literasi yakni literasi menulis membaca, literasi numerisasi, literasi finansial, literasi sains, literasi budaya dan literasi digital. Dari keenam literasi ini, orang nomor dua di Maros itu menyebutkan, kegiatan literasi saat ini fokus pada literasi membaca dan menulis.
"Kami tetap akan menjalankan keenam literasi ini, hanya saja untuk saat ini difokuskan pada literasi membaca dan menulis. Untuk itu, kami akan menyarankan setiap sekolah bisa menghasilkan satu buku satu sekolah," sebutnya.
Karya yang dihasilkan dari aksi 'satu buku satu sekolah' akan launching serentak pada 2 Mei ke depan. Di hadapan para peserta, Suhartina mengungkap akan terjun ke sekolah-sekolah untuk berkunjung dan meninjau langsung kondisi sekolah. Terlebih memperhatikan kondisi perpustakaan dan kondisi stok buku yang ada.
Lihat Juga :