Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad: 126 Juta Hektare Tanah di Indonesia Tak Subur
Senin, 07 Maret 2022 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Karena proses pelapukan yang sudah berlangsung lama membuat mineral kaya nutrisi sudah terlapuk dan tercuci. Dengan demikian, mineral-mineral yang tersisa adalah mineral yang tahan lapuk dan miskin nutrisi. Hal ini membuat tanah menjadi suboptimal untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
Sementara faktor pengelolaan yang salah terjadi karena tanah terlalu dieksploitasi untuk aktivitas pertanian. Eksploitasi berlebihan akan membuat tanah menjadi “lelah”. Dalam jangka panjang, hal ini akan memicu degradasi lahan.
“Jika biasanya tanah itu cukup ditanam dua kali setahun, ini dipaksa tiga kali setahun tidak diberi recovery terlebih dahulu. Padahal tanah juga butuh recovery,” kata Prof. Mahfud.
Baca juga: Terjebak Perang Rusia Ukraina, 3 Warga Langkat Sumut Sembunyi di Bunker Pabrik Plastik
Diakui Prof. Mahfud, tanah dengan tingkat kesuburan rendah ini cukup merepotkan jika akan dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian. “Input teknologinya merepotkan. Pupuknya harus banyak, bahan organiknya harus banyak, karena mudah terdegradasi,” ujarnya.
Sementara faktor pengelolaan yang salah terjadi karena tanah terlalu dieksploitasi untuk aktivitas pertanian. Eksploitasi berlebihan akan membuat tanah menjadi “lelah”. Dalam jangka panjang, hal ini akan memicu degradasi lahan.
“Jika biasanya tanah itu cukup ditanam dua kali setahun, ini dipaksa tiga kali setahun tidak diberi recovery terlebih dahulu. Padahal tanah juga butuh recovery,” kata Prof. Mahfud.
Baca juga: Terjebak Perang Rusia Ukraina, 3 Warga Langkat Sumut Sembunyi di Bunker Pabrik Plastik
Diakui Prof. Mahfud, tanah dengan tingkat kesuburan rendah ini cukup merepotkan jika akan dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian. “Input teknologinya merepotkan. Pupuknya harus banyak, bahan organiknya harus banyak, karena mudah terdegradasi,” ujarnya.
Lihat Juga :