Gubernur Bali Diingatkan Tak Perlu Latah Tiru Israel Atasi Krisis Pangan
Rabu, 16 April 2025 - 15:01 WIB
loading...
Direktur CFIRST Arif Mirdjaja mengingatkan Gubernur Bali, I Wayan Koster untuk tidak latah meniru Israel dalam mengembangkan pertanian. Foto/istimewa
A
A
A
BALI - Direktur Center for Inter-Religious Studies and Traditions (CFIRST) Arif Mirdjaja ikut berkomentar terkait sikap Gubernur Bali , I Wayan Koster yang mendorong Penjabat Dinas Pertanian Bali untuk meniru Israel dalam mengembangkan teknologi di sektor pertanian.
Menurut Arif, Bali tak perlu latah meniru teknologi Israel untuk mengatasi krisis pangan melalui produktivitas lahan. Ia manyatakan teknologi pertanian Israel memang sangat maju dan terbukti berhasil di Timur Tengah, namun Bali adalah tanah subur dan kaya, tidak membutuhkan teknologi pertanian Israel.
"Bali butuh tata kelola pertanian yang benar karena selama pemerintahan 2 periode sebelumnya pertanian bali tidak dikelola dengan baik, terutama wilayah badung yang tingkat konversi lahannya sangat tinggi," ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Baca juga: Kota Denpasar dan Pemprov Bali Bersinergi Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Aktivis 98 yang pernah bermukim di Israel ini mengingatkan pernyataan Koster yang meniru Israel tidak tepat. Terlebih, Koster juga pernah menolak Piala Dunia U20 dan kedatangan Timnas Israel karena dianggap bertentangan dengan semangat Bung Karno.
Lebih baik, kata Arif, Gubernur fokus menata sektor pertanian Bali yang dinilai morat marit karena tidak ada cetak biru (blue print) di sektor pertanian.
Baca juga: Pemprov Bali Bakal Bangun LRT di 3 Tempat Pusat Wisata, Ini Rutenya
Menurut Arif, Bali tak perlu latah meniru teknologi Israel untuk mengatasi krisis pangan melalui produktivitas lahan. Ia manyatakan teknologi pertanian Israel memang sangat maju dan terbukti berhasil di Timur Tengah, namun Bali adalah tanah subur dan kaya, tidak membutuhkan teknologi pertanian Israel.
"Bali butuh tata kelola pertanian yang benar karena selama pemerintahan 2 periode sebelumnya pertanian bali tidak dikelola dengan baik, terutama wilayah badung yang tingkat konversi lahannya sangat tinggi," ujarnya, Rabu (16/4/2025).
Baca juga: Kota Denpasar dan Pemprov Bali Bersinergi Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Aktivis 98 yang pernah bermukim di Israel ini mengingatkan pernyataan Koster yang meniru Israel tidak tepat. Terlebih, Koster juga pernah menolak Piala Dunia U20 dan kedatangan Timnas Israel karena dianggap bertentangan dengan semangat Bung Karno.
Lebih baik, kata Arif, Gubernur fokus menata sektor pertanian Bali yang dinilai morat marit karena tidak ada cetak biru (blue print) di sektor pertanian.
Baca juga: Pemprov Bali Bakal Bangun LRT di 3 Tempat Pusat Wisata, Ini Rutenya
Lihat Juga :