Menara Pemantau Setinggi 43 Meter Bakal Dirobohkan, Pemprov Bengkulu Pasang Peringatan
Sabtu, 05 Maret 2022 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
"Ini berproses. Menunggu sampai proses administrasi selesai baru dilakukan eksekusi," kata Fachriza dalam keterangannya yang diterima jurnalis MNC Portal Indonesia (MPI), Sabtu (5/3/2022).
Baca juga: Dramatis, Penampakan Evakuasi Korban Selamat dari Serangan Brutal KKB di Puncak Papua
Warning Line, jelas Fachriza, sudah terpasang untuk memberi tahu masyarakat sekitar dan pengunjung yang biasa main di Lapangan Merdeka untuk berhati-hati.
"Rencana pembongkaran view tower ini sudah lama, dan melalui proses panjang, serta kajian khusus dari konsultan independen. Termasuk telah dilakukan pengkajian aset dan konstruksi oleh pihak ketiga oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu," jelas Fachriza.
Fachriza menjelaskan, ada 7 kajian dari konsultan independen. Seperti, analisa aturan penerbangan, analisa situs dan cagar budaya, analisa hasil FGD dengan pemuka adat dan BMA Provinsi Bengkulu, analisa konstruksi dan sipil, analisa sosial kultural, analisa keamanan serta analisa kawasan perkotaan.
Usai dilakukan pembongkaran, terang Fachriza, nantinya akan dilanjutkan dengan penataan ulang Lapangan Merdeka yang lebih baik sekaligus representatif bagi masyarakat Bengkulu.
"Pertimbangkan aspek kebermanfaatan, keamanan pengunjung serta masukan dari berbagai pihak, seperti dari tokoh masyarakat dan tokoh adat yang membulatkan tekat pemprov akan membongkar view tower," ujar Fachriza.
Ditambahkan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata, Provinsi Bengkulu Almidianto, sebagai pengelola Lapangan Merdeka bahwa sosialisasi sudah dijalankan sudah sejak lama.
Baca juga: Dramatis, Penampakan Evakuasi Korban Selamat dari Serangan Brutal KKB di Puncak Papua
Warning Line, jelas Fachriza, sudah terpasang untuk memberi tahu masyarakat sekitar dan pengunjung yang biasa main di Lapangan Merdeka untuk berhati-hati.
"Rencana pembongkaran view tower ini sudah lama, dan melalui proses panjang, serta kajian khusus dari konsultan independen. Termasuk telah dilakukan pengkajian aset dan konstruksi oleh pihak ketiga oleh Dinas PUPR Provinsi Bengkulu," jelas Fachriza.
Fachriza menjelaskan, ada 7 kajian dari konsultan independen. Seperti, analisa aturan penerbangan, analisa situs dan cagar budaya, analisa hasil FGD dengan pemuka adat dan BMA Provinsi Bengkulu, analisa konstruksi dan sipil, analisa sosial kultural, analisa keamanan serta analisa kawasan perkotaan.
Usai dilakukan pembongkaran, terang Fachriza, nantinya akan dilanjutkan dengan penataan ulang Lapangan Merdeka yang lebih baik sekaligus representatif bagi masyarakat Bengkulu.
"Pertimbangkan aspek kebermanfaatan, keamanan pengunjung serta masukan dari berbagai pihak, seperti dari tokoh masyarakat dan tokoh adat yang membulatkan tekat pemprov akan membongkar view tower," ujar Fachriza.
Ditambahkan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pariwisata, Provinsi Bengkulu Almidianto, sebagai pengelola Lapangan Merdeka bahwa sosialisasi sudah dijalankan sudah sejak lama.
Lihat Juga :