Pemkot Tangsel Bangun Ulang SDN Jombang 03 karena Kerap Kebanjiran dan Rawan Roboh
Rabu, 04 Februari 2026 - 16:42 WIB
loading...
Pemkot Tangsel melakukan revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jombang 03. Foto/istimewa
A
A
A
TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan ( Pemkot Tangsel ) melakukan revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jombang 03. Perbaikan tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang aman dan nyaman.
Kepala UPTD SDN Jombang 03 Widiastuti menjelaskan, setiap hujan, air kerap menggenang di sekolah, sementara di dalam gedung, struktur bangunan yang menua perlahan menunjukkan tanda-tanda bahaya. Plafon pernah runtuh, cor lantai dua mulai rapuh, bahkan tulangan besi terlihat jelas menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak lagi bisa ditawar.
Menurut Widiastuti, kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas ini sudah puluhan tahun terjadi, dan semakin memprihatinkan. Saat itu, bangunan sekolah masih didominasi gedung satu lantai yang berdiri sejak tahun 1975, dengan sejumlah bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah pada 2025
“Beberapa titik bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan saat kursi dibawa ke lantai dua, sering muncul puing-puing yang berjatuhan,” cerita Widi, Rabu (4/2/2026).
Widi menceritakan, sebelumnya posisi lapangan yang sejajar dengan jalan serta sistem drainase yang kurang baik kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras. Bahkan, pernah terjadi insiden plafon runtuh dan struktur bangunan lantai dua yang mulai rapuh, hingga tulangan besi terlihat jelas.
Kepala UPTD SDN Jombang 03 Widiastuti menjelaskan, setiap hujan, air kerap menggenang di sekolah, sementara di dalam gedung, struktur bangunan yang menua perlahan menunjukkan tanda-tanda bahaya. Plafon pernah runtuh, cor lantai dua mulai rapuh, bahkan tulangan besi terlihat jelas menjadi pengingat bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak lagi bisa ditawar.
Menurut Widiastuti, kegiatan belajar dengan fasilitas terbatas ini sudah puluhan tahun terjadi, dan semakin memprihatinkan. Saat itu, bangunan sekolah masih didominasi gedung satu lantai yang berdiri sejak tahun 1975, dengan sejumlah bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah pada 2025
“Beberapa titik bangunan harus ditopang dengan besi besar karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Bahkan saat kursi dibawa ke lantai dua, sering muncul puing-puing yang berjatuhan,” cerita Widi, Rabu (4/2/2026).
Widi menceritakan, sebelumnya posisi lapangan yang sejajar dengan jalan serta sistem drainase yang kurang baik kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras. Bahkan, pernah terjadi insiden plafon runtuh dan struktur bangunan lantai dua yang mulai rapuh, hingga tulangan besi terlihat jelas.
Lihat Juga :