Hasil Panen Melimpah, Petani Desa Komba Gelar Syukuran
Selasa, 01 Maret 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Terkait sejumlah permintaan dan masukan petani tersebut, Kadis Pertanian meminta agar meningkatkan koordinasi antara petani dengan penyuluh dan BPP.
"Kuncinya dari saya adalah tudang sipulung. Dari tudang sipulung ini bisa kita rencanakan masa panen, seragamkan penggunaan bibit, pelatihan teknik pertanian, hingga menyerap aspirasi akan kebutuhan petani, mengatasi masalah dan merencanakan program pertanian, itu fungsi tudang sipulung dan kita harus konsisten dengan hasil tudang sipulung kita," urainya.
Baca juga:Sekda Palopo Buka Sosialisasi 3 Aturan Kepegawaian
Mengenai irigasi tersier, aspirasi tersebut telah dikoordinasikan olehnya melalui lintas sektor OPD yang menangani seperti Dinas PUPR.
Dalam kesempatan ini disampaikan Kadis Pertanian, luas sawah di Komba Selatan ada 100 hektare, di mana bantuan handtraktor baru 7 unit.
"Dari luas lahan bantuan handtraktor 7 unit memang belum ideal, kita akan cukupkan 10 handtraktor. Kerja kerja Dinas Pertanian akan penganggaran bantuan alat pertanian harus pula mendapat dukungan dari DPRD Luwu sebagai fungsi anggaran," ujarnya.
"Hadir bersama kita pimpinan DPRD Luwu, dan anggota DPRD Luwu. Tentu melalui perhatian beliau, 3 unit handtraktor tidak lah sulit," lanjutnya.
Tahun 2021 Pemkab Luwu telah membantu pengembangan jagung seluas 17 hektare di Komba Selatan dan tahun 2022 kembali akan dikembangkan jagung untuk area seluas 40 hektare.
Baca juga:1 Staf Positif Covid-19 dan 4 Komisioner Sakit, Kantor KPU Palopo Tutup 5 Hari
Sementara itu, anggota DPRD Luwu, Andi Muhammad Arfan Basmin, berharap petani di Luwu jauh lebih baik ke depan baik dari segi hasil maupun pengelolaan hasil panen dan pasca panen.
"Kami di DPRD tentu selalu akan berpihak pada masyarakat khususnya petani dalam peletakan program anggaran di tiap OPD khususnya Dinas Pertanian," kuncinya.
"Kuncinya dari saya adalah tudang sipulung. Dari tudang sipulung ini bisa kita rencanakan masa panen, seragamkan penggunaan bibit, pelatihan teknik pertanian, hingga menyerap aspirasi akan kebutuhan petani, mengatasi masalah dan merencanakan program pertanian, itu fungsi tudang sipulung dan kita harus konsisten dengan hasil tudang sipulung kita," urainya.
Baca juga:Sekda Palopo Buka Sosialisasi 3 Aturan Kepegawaian
Mengenai irigasi tersier, aspirasi tersebut telah dikoordinasikan olehnya melalui lintas sektor OPD yang menangani seperti Dinas PUPR.
Dalam kesempatan ini disampaikan Kadis Pertanian, luas sawah di Komba Selatan ada 100 hektare, di mana bantuan handtraktor baru 7 unit.
"Dari luas lahan bantuan handtraktor 7 unit memang belum ideal, kita akan cukupkan 10 handtraktor. Kerja kerja Dinas Pertanian akan penganggaran bantuan alat pertanian harus pula mendapat dukungan dari DPRD Luwu sebagai fungsi anggaran," ujarnya.
"Hadir bersama kita pimpinan DPRD Luwu, dan anggota DPRD Luwu. Tentu melalui perhatian beliau, 3 unit handtraktor tidak lah sulit," lanjutnya.
Tahun 2021 Pemkab Luwu telah membantu pengembangan jagung seluas 17 hektare di Komba Selatan dan tahun 2022 kembali akan dikembangkan jagung untuk area seluas 40 hektare.
Baca juga:1 Staf Positif Covid-19 dan 4 Komisioner Sakit, Kantor KPU Palopo Tutup 5 Hari
Sementara itu, anggota DPRD Luwu, Andi Muhammad Arfan Basmin, berharap petani di Luwu jauh lebih baik ke depan baik dari segi hasil maupun pengelolaan hasil panen dan pasca panen.
"Kami di DPRD tentu selalu akan berpihak pada masyarakat khususnya petani dalam peletakan program anggaran di tiap OPD khususnya Dinas Pertanian," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :