Kisah Cinta Sultan Mahmud Syah III Hadiahkan Emas Kawin Pulau Penyengat
Senin, 28 Maret 2022 - 05:44 WIB
loading...
Masjid Pulau Penyengat yang indah. Foto: Istimewa
A
A
A
PULAU Penyengat Inderasakti yang berada di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyimpan kisah romantis. Pulau ini pernah dijadikan mas kawin oleh Sultan Johor yang ke-15, Sultan Mahmud Syah III kepada Engku Puteri Hamidah.
Seperti apa kisah cinta keduanya yang begitu melegenda, berikut ulasan singkat Cerita Pagi. Bermula saat Sultan Mahmud Syah III jatuh hati dengan puteri Raja Haji Fi Sabilillah yang bernama Engku Puteri Hamidah.
Pada 1803, Sultan Mahmud melamar Puteri Hamidah yang berketurunan Bugis sebagai istrinya yang ke-4. Sebagai mas kawin, Sultan Mahmud memberikan Pulau Penyengat Inderasakti. Saat itu, pulau ini baru hanya dihuni 5 rumah saja.
Baca juga: Wisatawan Asal Jambi Jadi yang Pertama Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji
Hutan belantara yang masih mengelilingi pulau itu kemudian ditebas, dirasakan untuk sang puteri. Saat menjadikan Pulau Penyengat mas kawin, Sultan Mahmud bertitah menjadikan Pulau Penyengat menjadi milik Hamidah.
"Hai Raja Hamidah! Adalah saya membuat Pulau Penyengat ini dijadikan negeri, sudah cukup dengan istana dan kota paritnya! Maka Raja Hamidahlah saya buatkan jadi miliklah kepada Raja Hamidah.
Seperti apa kisah cinta keduanya yang begitu melegenda, berikut ulasan singkat Cerita Pagi. Bermula saat Sultan Mahmud Syah III jatuh hati dengan puteri Raja Haji Fi Sabilillah yang bernama Engku Puteri Hamidah.
Pada 1803, Sultan Mahmud melamar Puteri Hamidah yang berketurunan Bugis sebagai istrinya yang ke-4. Sebagai mas kawin, Sultan Mahmud memberikan Pulau Penyengat Inderasakti. Saat itu, pulau ini baru hanya dihuni 5 rumah saja.
Baca juga: Wisatawan Asal Jambi Jadi yang Pertama Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji
Hutan belantara yang masih mengelilingi pulau itu kemudian ditebas, dirasakan untuk sang puteri. Saat menjadikan Pulau Penyengat mas kawin, Sultan Mahmud bertitah menjadikan Pulau Penyengat menjadi milik Hamidah.
"Hai Raja Hamidah! Adalah saya membuat Pulau Penyengat ini dijadikan negeri, sudah cukup dengan istana dan kota paritnya! Maka Raja Hamidahlah saya buatkan jadi miliklah kepada Raja Hamidah.
Lihat Juga :