Sejarah Kota Natal dan Hubungannya dengan Kerajaan Pagaruyung

Senin, 15 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Kapal pun berbelok ke muara dan bergerak menyusuri aliran sungai ke arah hulu. Kapal tiba di sebuah tangkahan yang ramai penduduk bertransaksi hasil bumi dan mata dagangan kebutuhan warga sehari-hari. Ternyata tempat itu sebuah pasar perniagaan di tepi sungai.

Belakangan diketahui, pengembaraan Pangeran Indra Sutan dan pengikutnya tiba di Kerajaan Ujung Gading masuk wilayah Pasaman sekarang.

Raja Ujung Gading bernama Datuk Imam menerima kedatangan Pangeran Indra Sutan dan rombongan sebagai tamu kehormatan. Mereka disambut dengan upacara resmi kerajaan sebagaimana lazimnya menerima tamu kenegaraan.

Diriwayatkan, Datuk Imam seorang raja yang masih muda, ramah dan bijaksana. Usianya pun kira-kira sebaya dengan Pangeran Indra Sutan. Pangeran Indra Sutan dan rombongan sangat dimuliakan oleh Datuk Imam. Mereka diizinkan tinggal beberapa hari di Kerajaan Ujung Gading.

Pertemanan Pangeran Indra Sutan dan Datuk Imam kian akrab. Selama beberapa hari tinggal di Kerajaan Ujung Gading membuat Pangeran Indra Sutan mengetahui kalau di Kerajaan Ujung Gading tengah terjadi kemelut pertentangan kelompok sosial tertentu dengan kerajaan. Sekali peristiwa Datuk Imam curhat pada Pangeran Indra Sutan.

"Tampaknya saya sudah kehabisan akal untuk mengatasi krisis yang terjadi di Ujung Gading. Saya tak tahu harus berbuat apa lagi," kata Datuk Imam pada sahabatnya.

"Hamba ikut prihatin apa yang melanda Ujung Gading. Meski demikian saya tidak dapat berbuat banyak. Sabagai tamu tentunya saya tidak sepatutnya intervensi urusan persoalan kerajaan," kata Pangeran Indra Sutan.

"Terimakasih atas perhatian Anda, saya paham," sahut Datuk Imam.

"Meski demikian, sebagai sahabat saya punya usul agar persoalan ini tidak membuat tekanan batin pada Yang Mulia Datuk Imam. Kebetulan saya dan pengikut hamba mengemban misi menemukan wilayah baru dan membangun kerajaan baru. Bila tidak keberatan, saya ingin mengajak Yang Mulia Datuk Imam ikut berpetualang bersama saya untuk mengurangi tekanan yang sedang tuan hadapi sekarang," kata Pangeran Indra Sutan.

"Usul yang bagus, tapi kalau saya pergi bersama Anda apakah nanti saya tidak dianggap kurang bijaksana oleh rakyat. Saya pergi plesiran sementara negeri dalam keadaan berkonflik. Bagaimana menurut Anda, apa yang harus saya lakukan?".

"Baiklah saya akan tunda perjalanan, menunggu Yang Mulai Datuk Imam sampai benar-benar siap untuk ikut bersama kami. Mudah-mudahan konflik kerajaan bisa cepat diatasi," kata Pangeran Indra Sutan.

Ternyata konflik kian menajam membuat Datuk Imam kian terdesak. Teror dan ancaman gencar dialamatken kepada Datuk Imam.

"Tampaknya situasi sudah kacau balau. Saya memperhitungkan keselamatan diri saya dan keluarga. Saya setuju dengan usul Anda, Pangeran Indra Sutan. Saya bersedia ikut berpetualang bersama Anda," ujar Datuk Imam.

"Syukurlah, saya merasa mendapat kehormatan dan semakin bersemangat bersama Yang Mulia Datuk Imam. Kalau begitu, kita segera berangkat. Tidak usah menunggu waktu lama," kata Pangeran Indra Sutan.

Datuk Imam tidak sendirian. Bersamanya ikut sejumlah pengikut setianya. Karena itulah, Datuk Imam mempersiapkan kapal tersendiri untuk menemani kapal rombongan Pangeran Indra Sutan.

Rombongan dua kapal itu kemudian bergerak menyusuri perairan Sumatera bagian barat. Berhari-hari kapal-kapal itu berlayar menembus badai dan gelombang. Akhirnya rombongan Pangeran Indra Sutan dan Datuk Imam tiba di sebuah pantai yang landai dan indah dipandang mata.

Pemandangan indah itu menarik perhatian Pangeran Indra Sutan dan Datuk Imam. Mereka kemudian bersepakat berhenti di tempat itu. Kapal menepi dan mereka mencapai daratan.

Pangeran Indra Sutan mulai mengamati kondisi alam sekitar. Tidak jauh dari tempatnya berdiri terlihat muara sungai yang memenuhi syarat menjadi pelabuhan. Aliran sungainya lebar sehingga memungkinkan kapal-kapal berbadan besar bisa masuk ke dalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved