Sejarah Kota Natal dan Hubungannya dengan Kerajaan Pagaruyung

Senin, 15 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
Sejarah Kota Natal dan...
Tampak foto gerbang memasukan kawasan Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara. (wikipedia)
A A A
Sejak dulu Kota Natal yang kini beradaa di Kabupaten Madailing Natal Sumatera Utara merupakan jalur strategis perdagangan penting ke pesisir Sumatera bagian Barat. Lalu bagaimana asal mula penamaan Kota Natal?

Berawal dari pengembaraan seorang pangeran dari Kerajaan Indrapura bernama Indra Sutan. Sekadar diketahui, Kerajaan Idrapura tergabung dalam Kerajaan Pagaruyung di Minangkabau.

Raja Indrapura memiliki dua anak lelaki yang selisih usia mereka hanya satu tahun. Indra Sutan adalah anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Sementara si sulung bernama Pangeran Indra Bagindo. Bila keduanya disandingkan, sulit membedakan si sulung dengan si bungsu. Wajah dan gestur mereka juga mirip. Keduanya bagai anak kembar.

Meski demikian, sesuai ketentuan tradisi kerajaan, yang berhak menjadi Putera Mahkota pertama tetap anak sulung. Bila yang bersangkutan berhalangan atau oleh satu dan lain sebab, barulah raja akan memberi mandat pada anak laki-laki berikutnya.

Pada suatu hari di istana Indrapura berlangsung rapat penting. Raja merasa sudah tua dan saatnya tampuk kepemimpinan diserahkan kepada penerusnya.

"Kalian para putera mahkota dan punggawa kerajaan, sengaja aku kumpulkan hari ini karena ada satu hal penting yang ingin kusampaikan berkaitan dengan suksesi Kerajaan Indrapura. Aku sudah tua, karena itulah saatnya putera mahkota akan menggantikan kepemimpinanku di Indapura, Segera atur rencana upacara penobatannya," kata raja.

Tak berapa lama setelah rapat penting itu, Pangeran Indra Bagindo dinobatkan menjadi Raja Indrapura menggantikan ayahanda. Bagaimana dengan Pangeran Indra Sutan?

Tradisi di Kerajaan Indrapura mengharuskan putera mahkota kedua pergi merantau setelah putera mahkota utama dinobatkan menjadi raja.

Saat itu juga Pangeran Indra Sutan mendapat titah harus pergi merantau menemukan wilayah lain untuk dijadikan kerajaan baru. Kerajaan baru itulah yang kelak akan dipimpinnnya.

Sebelum berangkat Pangeran Indra Sutan melakukan beberapa persiapan. Dia mengumpulkan sejumlah pengikut setia untuk menemani selama pengembaraan nanti.

Rencananya Pangeran Indra Sutan melakukan perjalanan lewat jalur laut menggunakan kapal layar. Ia pun membawa perbekalan yang cukup banyak sebagai bersiapan menempuh perjalanan jauh yang belum dapat dipastikan tujuannya.

Selain perbekalan makanan, minuman dan pakaian, pangeran turut membawa hewan peliharaan di antaranya kuda untuk kendaraan mereka saat harus menyusuri daratan. Selebihnya, turut dibawa perlengkapan ritual tradisi berupa sekepal tanah dan buah labu yang dikeringkan.

Menurut kepercayaan tradisi lama, labu dan tanah kelahiran dibawa merantau agar yang bersangkutan merasa betah di tanah rantau namun tidak melupakan tanah kelahiran. Buah labu yang dikeringkan itu hanya berfungsi sebagai wadah menimbang tanah di tempat yang baru.

Cuaca di pesisir Minangkabau begitu cerah. Sebuah kapal kayu dengan tiang-tiang layar yang kokoh bersandar di dermaga. Dengan kapal itulah Pangeran Indra Sutan dan pengikutnya akan berlayar mengarungi lautan memulai pengembaraan.

Pangeran Indra Sutan dan seluruh pengikut telah naik ke lambung kapal. Jangkar ditarik dan layar dikembangkan. Kapal pun bergerak meninggalkan dermaga, menyisir ombak ke arah utara.

Berminggu-minggu kapal berlayar mengarungi gelombang. Pangeran Indra Sutan mengamati sekaliling dan seperti melihat sesuatu.

“Lihat di depan sana. Saya melihat muara sungai. Kita menuju ke sana. Sungainya lebar, kapal ini bisa masuk dan kita ikuti aliran sungai itu,” perintah Pangeran Indra Sutan kepada juru mudi. “Baik pangeran, perintah dilaksanakan. Kita susuri sungai itu,” kata juru mudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved