Pelaku Penusukan Ketua MUI Pesanggaran Sakit Hati Ditegur Melanggar Aturan Pondok Pesantren
Sabtu, 19 Februari 2022 - 14:16 WIB
loading...
Ilustrasi police line. Foto: Istimewa
A
A
A
BANYUWANGI - Motif penusukan Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran KH Affandi Musyafa oleh santrinya Darmanto (34), dini hari kemarin ternyata dipicu oleh sakit hati pelaku terhadap korban.
Pelaku mengaku pernah ditegur oleh korban, karena duduk di sekitar kamar pondok santri putri yang memang dilarang.
Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi KH Mohammad Yamin mengatakan, hal itu terungkap dari pemeriksaan kepolisian terhadap pelaku. Dijelaskan, tersangka baru 15 hari berada di Pondok Pesantren Al Hidayah yang dipimpin korban.
Baca juga: Ketua MUI Pesanggaran Banyuwangi Terkapar Ditusuk OTK Menjelang Subuh
"Jadi tersangka ini baru 15 hari tinggal di lingkungan pondok pesantren. Dia nekat menganiaya kiai, karena tidak terima ditegur saat duduk di sekitar lokasi pondok putri yang memang dilarang," katanya, Sabtu (19/2/2022).
Tidak terima dengan teguran itu, pelaku merencanakan pembunuhan terhadap KH Affandi Musyafa waktu subuh.
Dilanjutkan dia, Darmanto merupakan warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dan hampir enam bulan bertempat tinggal di daerah Jepit, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Pelaku mengaku pernah ditegur oleh korban, karena duduk di sekitar kamar pondok santri putri yang memang dilarang.
Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi KH Mohammad Yamin mengatakan, hal itu terungkap dari pemeriksaan kepolisian terhadap pelaku. Dijelaskan, tersangka baru 15 hari berada di Pondok Pesantren Al Hidayah yang dipimpin korban.
Baca juga: Ketua MUI Pesanggaran Banyuwangi Terkapar Ditusuk OTK Menjelang Subuh
"Jadi tersangka ini baru 15 hari tinggal di lingkungan pondok pesantren. Dia nekat menganiaya kiai, karena tidak terima ditegur saat duduk di sekitar lokasi pondok putri yang memang dilarang," katanya, Sabtu (19/2/2022).
Tidak terima dengan teguran itu, pelaku merencanakan pembunuhan terhadap KH Affandi Musyafa waktu subuh.
Dilanjutkan dia, Darmanto merupakan warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dan hampir enam bulan bertempat tinggal di daerah Jepit, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Lihat Juga :