Polda Sumsel Klaim Luka Lebam pada Tahanan Meninggal Bukan Disiksa Polisi

Jum'at, 18 Februari 2022 - 19:27 WIB
loading...
Polda Sumsel Klaim Luka Lebam pada Tahanan Meninggal Bukan Disiksa Polisi
Ilustrasi tahanan. Foto: Istimewa/SINDOnews
A A A
PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan menyebutkan, lebam yang membiru pada jasad Hermanto (45), tahanan Polsek Lubuklinggau Utara, yang meninggal Senin 14 Februari 2022, bukan karena kekerasan polisi.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Dr Sobirin Lubuklinggau.

"Bercak biru di tubuh korban itu bukan dari kekerasan, namun lebam yang muncul karena korban sudah menjadi mayat. Jadi, bukan karena penganiayaan oleh polisi," ujar Kombes Pol Supriadi, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: Cek Rutin Sel, Petugas Temukan Tahanan Tewas di Bak Kamar Mandi

Diberitakan sebelumnya, duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Hermanto (45), warga RT 04, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, yang meninggal di tahanan Polsek Lubuklinggau Utara.

Adik kandung korban, Kahar menceritakan, bahwa awal mula pihak keluarga mengetahui bahwa kakak kandungnya tersebut meninggal dengan kondisi yang tidak wajar saat telah berada di kamar jenazah rumah sakit.

"Waktu kami sampai di RS sangat terkejut, saat melihat jenazah kakak penuh dengan luka lebam. Dari hasil pemeriksaan, kakak saya itu mengalami luka patah di leher, kakinya patah, luka di tangan, hidung patah, bibirnya pecah dan badan memar di bagian belakang," ujar Kahar.

Baca: Keluarga Tahanan Tewas Kembalikan Bantuan dari Polsek Lubuklinggau Utara

Kahar menduga, ada yang janggal dari kematian kakaknya lantaran meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan di Polsek Lubuklinggau Utara setelah ditangkap, terkait kasus pencurian dan pemberatan (curat).

"Informasinya, ditangkap saat mengendarai truk molen di dekat rumahnya di Kelurahan Sumber Agung," ungkapnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1999 seconds (11.252#12.26)