Spanduk Malang Tolerant City Viral, DPP Partai Perindo Sebut Bukti Warga Cinta Toleransi
Jum'at, 18 Februari 2022 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pemda KBB Tetapkan Gua Pawon dan Observatorium Bosscha Jadi Situs Cagar Budaya
"Nah pendekatannya yang salah, jadi sepanjang itu bentuknya wisata halal dan spot halal di Kota Malang, untuk tujuan wisata halal menurut saya seharusnya tidak masalah, tetapi ketika itu dilekatkan dengan nama kotanya maka akan menjadi masalah," ujarnya.
Christoprus menjelaskan, pemerintah perlu belajar dari negara yang telah sukses mengembangkan destinasi halal tersebut, seperti halnya Jepang. "Tapi kan tidak terus dikatakan misalnya Tokyo itu menjadi Tokyo halal, kan tidak seperti itu (Tokyo Halal City), tapi yang ada adalah orang tau, kalo di Tokyo ada tempat wisata halal," katanya.
Baca juga: Kisah Sultan Agung Mataram 2 Kali Gagal Taklukkan Batavia, Ternyata Ini Penyebabnya
Lanjutnya, kesalahan yang terjadi di Malang merupakan buah dari kesalahpahaman akibat kurangnya komunikasi. "Jadi yang rame di Kota Malang itu (akibat) diksi yang dipilih kurang tepat, narasi yang dibangun serta pemilihan termenologinya yang nenimbulkan salah paham," ujarnya.
"Nah pendekatannya yang salah, jadi sepanjang itu bentuknya wisata halal dan spot halal di Kota Malang, untuk tujuan wisata halal menurut saya seharusnya tidak masalah, tetapi ketika itu dilekatkan dengan nama kotanya maka akan menjadi masalah," ujarnya.
Christoprus menjelaskan, pemerintah perlu belajar dari negara yang telah sukses mengembangkan destinasi halal tersebut, seperti halnya Jepang. "Tapi kan tidak terus dikatakan misalnya Tokyo itu menjadi Tokyo halal, kan tidak seperti itu (Tokyo Halal City), tapi yang ada adalah orang tau, kalo di Tokyo ada tempat wisata halal," katanya.
Baca juga: Kisah Sultan Agung Mataram 2 Kali Gagal Taklukkan Batavia, Ternyata Ini Penyebabnya
Lanjutnya, kesalahan yang terjadi di Malang merupakan buah dari kesalahpahaman akibat kurangnya komunikasi. "Jadi yang rame di Kota Malang itu (akibat) diksi yang dipilih kurang tepat, narasi yang dibangun serta pemilihan termenologinya yang nenimbulkan salah paham," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :