Gejala Awal Mirip COVID-19, Dinkes Palembang Ingatkan Bahaya Wabah DBD
Rabu, 16 Februari 2022 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Fenty menuturkan, DBD merupakan penyakit yang perlu penanganan cepat dan pencegahan tepat, terlebih pihaknya juga telah mendapat laporan dari daerah dengan kasus cukup tinggi. "Berdasarkan data yang dimiliki, pada tahun lalu di bulan yang sama kasusnya lebih tinggi di tahun 2022 ini," jelasnya.
Fenty juga mengimbau, agar masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama menjaga kebersihan penampungan air dan bak mandi. Sebab sumber nyamuk paling banyak dari tempat penampungan air.
"Nyamuk ini senang ada di air bersih, jadi tutup dan jaga kebersihannya. Kalau tidak, bakal menjadi sarang nyamuk DBD," jelas dia. Baca juga: Jumlah Kematian Akibat DBD di Jawa Timur Meningkat Menjadi 21 Orang
Diungkapkan Fenty, wilayah Palembang yang menjadi langganan kasus DBD terbanyak berada di kawasan padat penduduk, seperti Sako dan Sukarami. Namun jika dibandingkan 2021 ke 2020, angka kasus DBD justru menurun.
"Awal Februari ini kasus tertinggi ada di Kecamatan Sukarami dengan 14 kasus, Sako 6 kasus, dan Ilir Barat I 1 kasus," jelasnya.
Fenty juga mengimbau, agar masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan rumah, terutama menjaga kebersihan penampungan air dan bak mandi. Sebab sumber nyamuk paling banyak dari tempat penampungan air.
"Nyamuk ini senang ada di air bersih, jadi tutup dan jaga kebersihannya. Kalau tidak, bakal menjadi sarang nyamuk DBD," jelas dia. Baca juga: Jumlah Kematian Akibat DBD di Jawa Timur Meningkat Menjadi 21 Orang
Diungkapkan Fenty, wilayah Palembang yang menjadi langganan kasus DBD terbanyak berada di kawasan padat penduduk, seperti Sako dan Sukarami. Namun jika dibandingkan 2021 ke 2020, angka kasus DBD justru menurun.
"Awal Februari ini kasus tertinggi ada di Kecamatan Sukarami dengan 14 kasus, Sako 6 kasus, dan Ilir Barat I 1 kasus," jelasnya.
(don)
Lihat Juga :