Operasi Nemangkawi Berganti Cartenz, Kapolda: Bukan Bertempur, Tapi Penegakan Hukum

Rabu, 16 Februari 2022 - 01:50 WIB
loading...
Operasi Nemangkawi Berganti Cartenz, Kapolda: Bukan Bertempur, Tapi Penegakan Hukum
Irjen Pol Mathius D Fachiri meluncurkan Operasi Damai Cartenz 2022 dan Operasi Rasta Samara Kasih Cartenz 2022 di Jayapura, Selasa (15/2/2022). Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fachiri menyebut bukan lagi eranya pendekatan kekerasan dikedepankan dalam menangani berbagai konflik di Papua.
Hal ini dikatakan Kapolda, sesaat setelah meluncurkan Operasi Damai Cartenz 2022 dan Operasi Rasta Samara Kasih Cartenz 2022 di Abepura Jayapura, Selasa (15/2/2022).

Baca juga: Kapolda Papua: Operasi Damai Cartenz Mampu Minimalisir Korban Akibat Konflik KKB

Kedua operasi ini adalah operasi pengganti dari Operasi Nemangkawi, yang telah berjalan sejak kepemimpinan Kapolda Tito Karnavian.

"Dua operasi besar ini adalah bagian akulumulasi operasi yang dilakukan oleh Kapolda sebelum- sebelumnya yang kemudian dikembangkan lagi oleh bapak Kapolri pak Tito dan dilanjutkan dengan kebijakan oleh bapak Kapolri pak Listyo Sigit," paparnya.

Dia menjelaskan, oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit P, Polda Papua diminta berinisiatif untuk membuat program Pemolisian yang lahir dan tumbuh dari budaya orang Papua.

"Saya sebagai Kapolda dengan berbagai pengalaman operasi di Papua, kita mengambil inisiatif yang terbaik bagaima menghadirkan Pemolisian yang lahir dari budaya Papua. Saya sampaikan tadi bahwa bapak Kapolri dengan Presisinya, yakni Prediktif, Responsibilitas dan Penegakan hukum berkeadilan. Sebetulnya, ini sudah tumbuh di masyarakat, mereka mau kita kerja dan kerja nyata," ucapnya.

Baca juga: 1.925 Personel Gabungan TNI-Polri Diterjunkan dalam Operasi Damai Cartenz

Dengan dua operasi tersebut kata Kapolda, nantinya Polisi tidak lagi didepan dalam segala hal. Namun mendorong berbagai elemen masyarakat untuk berperan aktif dan tampil di tengah-tengah masyarakatnya.

"Jadi banyak tokoh dan peran masyarakat di lingkungannya, ada yang tokoh adat, masyarakat, pemuda, perempuan, pendidikan dan lainnya."

"Polisi mau sekarang di belakang, kita mau melakukan kegiatan yang dibiayai oleh Polri ini untuk mengajak peran aktif semua stakeholder. Mudah-mudahan dengan peran serta itu mereka tidak nganggur, dan dapat berkinerja aktif membantu kami kepolisian melakukan pendekatan-pendekatan lain kepada masyarakat," paparnya.

Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3766 seconds (11.252#12.26)