Dinkes Sulsel Kirim 107 Sampel Probable Omicron ke Litbangkes Jakarta

Rabu, 09 Februari 2022 - 20:06 WIB
loading...
Dinkes Sulsel Kirim 107 Sampel Probable Omicron ke Litbangkes Jakarta
Dinkes Sulsel mengirim 107 sampel probable Omicron ke Litbangkes Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Laju penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia, termasuk Sulsel mulai naik. Setidaknya sudah ada tujuh kasus Omicron di Sulsel, termasuk enam kasus tambahan baru. Adapun tracing atau penelusuran kontak erat hingga kini terus dilakukan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan mengirimkan 107 sampel probable varian Omicron ke Litbangkes Jakarta untuk diperiksa. Langkah ini untuk memastikan apakah terkonfirmasi positif atau tidak.

Baca Juga: Makassar Setop Vaksinasi Booster, Plt Kadinkes Sulsel: Memang Masih Terbatas

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel , Arman Bausat, mengatakan 107 probable Omicron itu didapatkan dari pengujian dengan metode S-gene Target Failure (SGTF) di Makassar.

"Dari hasil pemeriksaan melalui alat pendeteksi SGTF yang dicurigai omicron ini, kemudian kita kirim ke Jakarta. Untuk hasilnya masih kita tunggu bersama," ungkap dia, Rabu (9/2/2022).

Arman bilang pengiriman sampel probable Omicron sudah dilakukan, namun memang hasilnya belum keluar. Pasalnya, pemeriksaan di Litbangkes Jakarta butuh waktu lama karena banyaknya sampel dari berbagai daerah di tanah air.

"Adapun yang barusan keluar hasilnya itu, ada enam yang terkonfirmasi positif Omicron . Adapun ratusan sampel lainnya masih kita tunggu," tuturnya.

Baca Juga: Dinkes Sulsel Apresiasi Upaya Pencegahan Covid-19 Kalla Group

Pemprov Sulsel saat ini kembali memperkuat penelusuran kontak erat (tracing) terhadap warga yang terkonfirmasi omicron itu. Hal ini mengingat varian Omicron penyebarannya sangat cepat.

Dia pun mengajak masyarakat untuk bekerjasama agar turut serta melakukan vaksinasi. Pemerintah bersama TNI-Polri serta para Forkopimda berupaya dalam mencegah dan menekan penyebaran Covid-19.

(tri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3626 seconds (11.210#12.26)