Kekuasaan Jayabaya Ambil Alih Bandar Dagang Terbesar di Pulau Jawa dari Kerajaan Jenggala
Minggu, 06 Februari 2022 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
Barulah di masa pemerintahan Raja Jayabaya, Kerajaan Kediri berhasil merebut wilayah kekuasaan Kerajaan Jenggala tersebut. Keberhasilan Raja Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awatarnindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dilukiskan dalam kitab Kakawin Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Keberhasilan Mapanji Jayabaya dalam menguasai Jenggala dicatat pula dalam sebuah prasasti Hantang atau prasasti Ngantang yang berangka tahun 1135 Masehi. Di prasasti itulah tercatat Kerajaan Kediri juga mengalami kejayaan yang pesat, setelah menyerang kawasan muara Sungai Porong.
Kerajaan Kediri menguasai salah satu bandar dagang paling strategis di Indonesia kala itu. Alhasil dengan dikuasainya bandar dagang ini komoditas pertanian dari Kediri bisa langsung dikirim ke para pedagang dari berbagai negara, tanpa harus membayar upeti. Alhasil perekonomian di wilayah Kerajaan Kediri kian meningkat imbas adanya penguasaan bandar dagang tersebut. Baca: Kisah Kebo Iwa, Pemuda Bertubuh Raksasa dan Mitos Terbentuknya Danau Batur di Kintamani.
Di sisi lain meski berhasil menguasai wilayah Kerajaan Jenggala, nasib Kerajaan Jenggala tidaklah langsung tamat. Dikisahkan saat itu Kerajaan Jenggala yang sebelumnya memiliki ibukota di Tuban akhirnya memindahkannya ke Lamongan. Saat itu Kerajaan Jenggala semasa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes, masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Samarotsaha. Baca Juga: Empu Supo, Ahli Pembuat Keris yang Dikagumi Sunan Kalijaga.
Namun akhirnya pemerintahan Samarotsaha ini tidak diketahui. Bahkan jejak - jejak Kerajaan Jenggala akhirnya juga tak terlacak kembali. Sementara itu Kerajaan Kediri yang awalnya terbentuk hampir bersamaan dengan Kerajaan Jenggala, mulai mencapai puncak kejayaannya.
Keberhasilan Mapanji Jayabaya dalam menguasai Jenggala dicatat pula dalam sebuah prasasti Hantang atau prasasti Ngantang yang berangka tahun 1135 Masehi. Di prasasti itulah tercatat Kerajaan Kediri juga mengalami kejayaan yang pesat, setelah menyerang kawasan muara Sungai Porong.
Kerajaan Kediri menguasai salah satu bandar dagang paling strategis di Indonesia kala itu. Alhasil dengan dikuasainya bandar dagang ini komoditas pertanian dari Kediri bisa langsung dikirim ke para pedagang dari berbagai negara, tanpa harus membayar upeti. Alhasil perekonomian di wilayah Kerajaan Kediri kian meningkat imbas adanya penguasaan bandar dagang tersebut. Baca: Kisah Kebo Iwa, Pemuda Bertubuh Raksasa dan Mitos Terbentuknya Danau Batur di Kintamani.
Di sisi lain meski berhasil menguasai wilayah Kerajaan Jenggala, nasib Kerajaan Jenggala tidaklah langsung tamat. Dikisahkan saat itu Kerajaan Jenggala yang sebelumnya memiliki ibukota di Tuban akhirnya memindahkannya ke Lamongan. Saat itu Kerajaan Jenggala semasa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes, masih berdiri di bawah pemerintahan Sri Samarotsaha. Baca Juga: Empu Supo, Ahli Pembuat Keris yang Dikagumi Sunan Kalijaga.
Namun akhirnya pemerintahan Samarotsaha ini tidak diketahui. Bahkan jejak - jejak Kerajaan Jenggala akhirnya juga tak terlacak kembali. Sementara itu Kerajaan Kediri yang awalnya terbentuk hampir bersamaan dengan Kerajaan Jenggala, mulai mencapai puncak kejayaannya.
(nag)
Lihat Juga :