iStow ITS Mulai Memperlebar Sayap ke Pasar ASEAN
Jum'at, 12 Juni 2020 - 18:13 WIB
loading...
Piranti lunak stowage planning atau perencana posisi muatan di atas kapal yang bernama iStow mampu membantu posisi muatan kapal.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Produk digital masih memiliki pamor di tengah pandemi Covid-19. Sebuah piranti lunak stowage planning atau perencana posisi muatan di atas kapal yang bernama iStow, buatan dosen ITS Dr Ing Ir Setyo Nugroho berhasil meraih pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) untuk merambah pasar Asia Tenggara.
Rispro sendiri adalah program pendanaan yang digagas oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diberikan kepada kelompok periset terpilih dari berbagai institusi.
Yoyok, panggilan akrab Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) atau Seatrans ITS tersebut berhasil mendapatkan pendanaan Rispro Kompetisi Gelombang I tahun 2020. Ia mendaftarkan penelitian yang berfokus pada kemaritiman dengan judul Hilirisasi Piranti Lunak Stowage Planning Kapal Berstandar Internasional dalam Rangka Menuju Pasar ASEAN dan Industri 4.0.
Alumnus TU Berlin ini menuturkan, aplikasi iStow dibuat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat kesalahan pada proses penataan muatan di atas kapal. Kesalahan tersebut menyebabkan stabilitas kapal bermasalah. "Sebagian besar kecelakaan kapal disebabkan oleh permasalahan stabilitas kapal," kata Yoyok, Jumat (12/6/2020).
Ia melanjutkan, dalam era industri 4.0 ini segala sesuatu berbasis artificial intelligence (AI) dan big data. Sehingga penggunaan iStow dinilai tepat untuk menjawab kebutuhan saat ini. “Karena dapat menjadikan proses pemuatan kapal menjadi efisien,” ucapnya.
Rispro sendiri adalah program pendanaan yang digagas oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diberikan kepada kelompok periset terpilih dari berbagai institusi.
Yoyok, panggilan akrab Kepala Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) atau Seatrans ITS tersebut berhasil mendapatkan pendanaan Rispro Kompetisi Gelombang I tahun 2020. Ia mendaftarkan penelitian yang berfokus pada kemaritiman dengan judul Hilirisasi Piranti Lunak Stowage Planning Kapal Berstandar Internasional dalam Rangka Menuju Pasar ASEAN dan Industri 4.0.
Alumnus TU Berlin ini menuturkan, aplikasi iStow dibuat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat kesalahan pada proses penataan muatan di atas kapal. Kesalahan tersebut menyebabkan stabilitas kapal bermasalah. "Sebagian besar kecelakaan kapal disebabkan oleh permasalahan stabilitas kapal," kata Yoyok, Jumat (12/6/2020).
Ia melanjutkan, dalam era industri 4.0 ini segala sesuatu berbasis artificial intelligence (AI) dan big data. Sehingga penggunaan iStow dinilai tepat untuk menjawab kebutuhan saat ini. “Karena dapat menjadikan proses pemuatan kapal menjadi efisien,” ucapnya.