Disdik Makassar Susun Strategi Cegah Penularan Covid-19 di Kalangan Pelajar
Kamis, 03 Februari 2022 - 18:17 WIB
loading...
PTM di sekolah lingkup Makassar sudah kembali dilakukan, dimana pelajar rentan terpapar Covid-19. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menyusun strategi dan program pencegahan penularan Covid-19 di kalangan pelajar. Hal itu menyusul penyampaian bahwa anak-anak, termasuk pelajar merupakan kelompok rentan terpapar virus korona, sebagaimana disampaikan pemerintah lewat konferensi pers Makassar Recover di Balai Kota Makassar, Kamis (3/2/2022).
Rentannya pelajar terpapar Covid-19 lantaran saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dimulai. Selain itu, masih banyak anak yang belum divaksin. Berdasarkan data vaksinasi anak di Makassar masih minim, baru tercatat 30.129 per 2 Februari 2022 dari total target sebanyak 132.000 anak.
Baca Juga: Disdik Makassar Target Vaksin 2.000 Siswa SD Dalam 2 Hari
Plt Kepala Disdik Makassar , Muhyiddin, mengatakan opsi lockdown akan menjadi langkah terakhir meski kasus mengalami kenaikan. Pertimbangan ini dilakukan agar pendidikan di Kota Makassar tidak tertinggal. Untuk itu, pihaknya telah menyusun berbagai strategi dan program untuk mengantisipasi penularan korona di kalangan pelajar.
"Kita akan buat pemetaan untuk kelas, kalau di situ ada (positif) maka hanya itu ji yang nanti kita tutup," ujar dia.
Rentannya pelajar terpapar Covid-19 lantaran saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dimulai. Selain itu, masih banyak anak yang belum divaksin. Berdasarkan data vaksinasi anak di Makassar masih minim, baru tercatat 30.129 per 2 Februari 2022 dari total target sebanyak 132.000 anak.
Baca Juga: Disdik Makassar Target Vaksin 2.000 Siswa SD Dalam 2 Hari
Plt Kepala Disdik Makassar , Muhyiddin, mengatakan opsi lockdown akan menjadi langkah terakhir meski kasus mengalami kenaikan. Pertimbangan ini dilakukan agar pendidikan di Kota Makassar tidak tertinggal. Untuk itu, pihaknya telah menyusun berbagai strategi dan program untuk mengantisipasi penularan korona di kalangan pelajar.
"Kita akan buat pemetaan untuk kelas, kalau di situ ada (positif) maka hanya itu ji yang nanti kita tutup," ujar dia.
Lihat Juga :