Dorong Vaksinasi Usia 6-11 Tahun, PKK Gowa Siap Libatkan Kader
Kamis, 03 Februari 2022 - 15:05 WIB
loading...
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan saat mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang dilaksanakan oleh TP PKK Provinsi Sulsel secara virtual, Kamis (3/2/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
GOWA - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gowa sebagai mitra kerja dari pemerintah siap membantu menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 khususnya untuk anak-anak usia 6-11 tahun.
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi edukasi kepada kader. Berpartisipasi mengakselerasi vaksinasi anak.
"Kita akan mengumpulkan seluruh Ketua Tim Penggerak PKK mulai dari desa, kelurahan, hingga kecamatan dan kemudian kita edukasi terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak," ujar dia usai mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang dilaksanakan oleh TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:Sambut Pangdam Baru, Bupati Gowa Harap Sinergitas Terus Berlanjut
Priska Adnan menjelaskan, edukasi ini penting untuk meluruskan berita-berita hoaks yang beredar di media-media sosial. Pasalnya, menurut dia saat ini banyak berita-berita yang muncul dan membuat orang tua takut anaknya divaksin.
"Sehingga ketika ada pertanyaan dan kerisauan dan juga berita-berita Terkait mengenai vaksin dapat langsung ditanyakan pada acara edukasi tersebut. Di sini kami mengundang tenaga ahli untuk memberikan jawaban yang pasti dan dapat meluruskan segala hoaks-hoaks yang beredar di whatsApp dan pesan singkat," ungkapnya.
Bunda PAUD Kabupaten Gowa melanjutkan, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini PKK Kabupaten Gowa akan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dengan mengahdirkan narasumber dr. Aida Juliati yang merupakan salah satu dokter spesialis anak terkemuka di Sulawesi Selatan.
"Di sini pemateri akan memberikan tips-tips bagaimana caranya kita sebagai orang tua menghadapi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) ini pada anak-anak kita. otomatis kita sebagai orang tua banyak yang takut jika anaknya demam," lanjut Priska Adnan.
Menurutnya, KIPI pada ada anak usai vaksin merupakan hal yang lumrah. Hal ini karena adanya reaksi dari vaksin tersebut untuk membentuk antibodi pada anak. Olehnya itu, dirinya berharap melalui sosialisasi para kader bisa mengetahui apa yang hadir dilakukan jika KIPI terjadi pada anak usai vaksin.
Baca Juga:Adnan Harap Relawan PMI se-Sulsel Tingkatkan Response Time Kebencanaan
"Melalui kegiatan ini kita dituntut bisa membedakan yang mana ini KIPI yang bisa dan kita bisa monitor sendiri dan juga KIPI yang harus membutuhkan pertolongan medis atau membutuhkan anak tersebut segera dibawa ke fasilitas kesehatan," tandas Priska Adnan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengatakan, vaksin ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok pada anak-anak. Apalagi menurutnya saat ini sudah mulai sekolah tatap muka.
"Jadi vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu upaya kita dari pemerintah untuk menentukan kekebalan kelompok masyarakat. Manfaat yang tidak kalah pentingnya adalah adalah kita juga bisa melindungi orang lain apabila kita terinfeksi Covid-19," tambahnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi edukasi kepada kader. Berpartisipasi mengakselerasi vaksinasi anak.
"Kita akan mengumpulkan seluruh Ketua Tim Penggerak PKK mulai dari desa, kelurahan, hingga kecamatan dan kemudian kita edukasi terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak," ujar dia usai mengikuti Webinar Edukasi Vaksin Anak yang dilaksanakan oleh TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:Sambut Pangdam Baru, Bupati Gowa Harap Sinergitas Terus Berlanjut
Priska Adnan menjelaskan, edukasi ini penting untuk meluruskan berita-berita hoaks yang beredar di media-media sosial. Pasalnya, menurut dia saat ini banyak berita-berita yang muncul dan membuat orang tua takut anaknya divaksin.
"Sehingga ketika ada pertanyaan dan kerisauan dan juga berita-berita Terkait mengenai vaksin dapat langsung ditanyakan pada acara edukasi tersebut. Di sini kami mengundang tenaga ahli untuk memberikan jawaban yang pasti dan dapat meluruskan segala hoaks-hoaks yang beredar di whatsApp dan pesan singkat," ungkapnya.
Bunda PAUD Kabupaten Gowa melanjutkan, kegiatan sosialisasi dan edukasi ini PKK Kabupaten Gowa akan menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dengan mengahdirkan narasumber dr. Aida Juliati yang merupakan salah satu dokter spesialis anak terkemuka di Sulawesi Selatan.
"Di sini pemateri akan memberikan tips-tips bagaimana caranya kita sebagai orang tua menghadapi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) ini pada anak-anak kita. otomatis kita sebagai orang tua banyak yang takut jika anaknya demam," lanjut Priska Adnan.
Menurutnya, KIPI pada ada anak usai vaksin merupakan hal yang lumrah. Hal ini karena adanya reaksi dari vaksin tersebut untuk membentuk antibodi pada anak. Olehnya itu, dirinya berharap melalui sosialisasi para kader bisa mengetahui apa yang hadir dilakukan jika KIPI terjadi pada anak usai vaksin.
Baca Juga:Adnan Harap Relawan PMI se-Sulsel Tingkatkan Response Time Kebencanaan
"Melalui kegiatan ini kita dituntut bisa membedakan yang mana ini KIPI yang bisa dan kita bisa monitor sendiri dan juga KIPI yang harus membutuhkan pertolongan medis atau membutuhkan anak tersebut segera dibawa ke fasilitas kesehatan," tandas Priska Adnan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina mengatakan, vaksin ini penting untuk membentuk kekebalan kelompok pada anak-anak. Apalagi menurutnya saat ini sudah mulai sekolah tatap muka.
"Jadi vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu upaya kita dari pemerintah untuk menentukan kekebalan kelompok masyarakat. Manfaat yang tidak kalah pentingnya adalah adalah kita juga bisa melindungi orang lain apabila kita terinfeksi Covid-19," tambahnya.
(agn)
Lihat Juga :